HOME » BERITA » PENJUALAN DAIHATSU DI IIMS 2019 TURUN 30 PERSEN

Penjualan Daihatsu di IIMS 2019 Turun 30 Persen

Jika beberapa brand mobil mengklaim produk-produknya laris di IIMS 2019 kemarin, Daihatsu justru mengaku mengalami penurunan dibandingkan event serupa tahun lalu.

Jum'at, 10 Mei 2019 19:15 Editor : Ahmad Muzaki
Booth Daihatsu di IIMS 2019 (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Jika beberapa brand mobil mengklaim produk-produknya laris di IIMS 2019 kemarin, Daihatsu justru mengaku mengalami penurunan dibandingkan event serupa tahun lalu.

Pada IIMS tahun ini Daihatsu yang diwakili PT Astra International - Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) mengalami penurunan pemesanan kendaraan (SPK) sebesar 30 persen.

Tahun lalu SPK Daihatsu sekitar 568 unit namun pada IIMS 2019 turun menjadi 399 unit. Paling laku IIMS tahun ini adalah Sigra dengan angka 154 unit, Terios sebanyak 81 unit, Ayla 54 unit, sementara sisanya model Daihatsu yang lain.

"Kami akui di IIMS memang sebenarnya target kami untuk jualan. Kalau GIIAS lebih ke introduce teknologi yang kami punya. Kami di IIMS tahun ini menurun karena marketnya sendiri secara nasional juga turun. Kan IIMS hanya 10 hari dengan dalam satu outlet, jadi ngapain-lah ngaku-ngaku naik. Di luar IIMS kita punya 244 outlet yang angkanya lebih baik dari IIMS," kata Amelia Tjandra, Marketing Director ADM.

Menurut Daihatsu pemilu tidak memberikan dampak besar bagi penurunan pasar otomotif. Namun sektor lain justru memberi pengaruh besar. Pemilu hanya berimbas pada penundaan pembelian oleh fleet yang menyumbang 12 persen pembelian Daihatsu. Penundaan tersebut terjadi hingga pelantikan Presiden dan Wakilnya.

"Saya kira pemilu yang berjalan lancar justru tidak memberikan banyak pengaruh. Tapi hal lain. Misalnya CPO permintaan tidak naik, tapi suplainya naik. Lebih banyak suplai tapi demandnya tidak naik. Triggernya ke sana, petani juga tidak untung, tidak beli motor atau mobil. Kami sih berharap pemerintah baru bisa menstimulus ekonomi kita dengan banyak hal positif. Kalau analisa kami begitu sampai April," ujar Amelia Tjandra.

Daihatsu optimis bahwa pasar roda empat akan bergerak kembali pada bulan April depan. Bahkan menjelang lebaran Daihatsu meyakini permintaan kendaraan akan naik sekitar 5%-10%. Diharapkan momen itu bisa mendongkrak penjualan tahun ini.

"Dari sisi produk strategi memang tidak ada yang baru. Tetapi kami tetap melakukan aktivitas promosi untuk mendorong kenaikan. Bulan ini showroom event kita cukup aktif. Sekarang kita lebih banyak undang customer ke showroom. Selain itu kita juga melakukan pameran-pameran di tempat umum, ini masih jalan, dengan menyediakan paket kredit yang kreatif bersama ACC. Apalagi 75 persen pola pembelian mobil Daihatsu adalah melalui skema kredit," kata Hendrayadi Lastiyoso, Marketing and CR Division Head AI-DSO.

Penjualan retail Daihatsu sendiri mengalami penurunan sebesar 6,4 persen, dan 5,2 persen untuk whole sales. Namun, penurunan ini masih lebih kecil dibandingkan dengan penurunan pasar, sehingga secara pangsa pasar (market share) Daihatsu mengalami kenaikan menjadi 17,8 persen untuk retail sales, dan 19,8 persen untuk whole sales.

Hal tersebut sebagai dampak dari merosotnya penjualan retail sales nasional hingga April 2019 mencapai 340.118 unit, turun sekitar 11,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selama periode Januari – April 2019, total angka penjualan retail Daihatsu mencapai 60.706 unit, sementara whole sales sebesar 66.825 unit.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR