HOME » BERITA » PENJUALAN MOBIL DI PULAU JAWA TURUN, POPULASI MOBIL DI JAKARTA TAK LAGI TERBANYAK

Penjualan Mobil di Pulau Jawa Turun, Populasi Mobil di Jakarta Tak Lagi Terbanyak

Penjualan mobil di pulau Jawa turun sepanjang 2019. Kondisi itu berbanding terbalik dengan di luar pulau Jawa yang justru mneingkat.

Rabu, 15 Januari 2020 09:15 Editor : Dini Arining Tyas
Penjualan Mobil di Pulau Jawa Turun, Populasi Mobil di Jakarta Tak Lagi Terbanyak
Pameran otomotif (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Kendati tahun lalu penjualan otomotif terbilang lesu, Gaikindo melihat ada peningkatan permintaan mobil di luar Jawa, terutama di Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan. Potensi pertumbuhan penjualan mobil di luar Jawa diperkiran masih akan tetap besar tahun ini.

"Hampir 80 persen kendaraan ada di pulau Jawa. Tapi saat ini Jawa tinggal 60 persen, karena di beberapa daerah tumbuh, di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Di Sulawesi banyak pertanian, mereka banyak menanyakan kendaraan yang bisa digunakan untuk pertanian dengan harga murah," katanya.

Peningkatan permintaan mobil di ketiga pulau tersebut tidak terlepas dari pembangunan infrastruktur jalan yang merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah tersebut.

"Ini yang menjadi pemicu pertumbuhan penjualan mobil," katanya.

1 dari 2 Halaman

Sementara itu secara peringkat, jika dulu Jakarta menempati rangking pertama penjualan mobil nasional, kini sudah bergeser ke Jawa Barat. "Populasi mobil di Jakarta tertinggi, belakangan menurun. Pertama jadi Jawa Barat, Jakarta nomor dua. Ini akibat dampak dari pajak progresif. Lalau ketiga Jawa Timur, dan Banten berikutnya," papar Kukuh.

Untuk tahun 2020 Gaikindo menargetkan penjualan mobil sebanyak 1.050.000 unit, sama seperti pencapaian tahun 2019 lalu. Secara jumlah rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih rendah, yakni hanya 87 unit dari 1000 kendaraan.

Angka tersebut masih jauh di bawah negeri tetangga. Di Malaysiarasio kepemilikan angkanya 637 per seribu, lalu Thailand 228 per seribu. "Mestinya dengan jumlah penduduk 267 juta jiwa, rasio kepemilikan kendaraan kita berada di atas Malaysia dan Thailand," tutupnya.

2 dari 2 Halaman

Sementara itu untuk pasar luar negeri Gaikindo akan mendorong peningkatan ekspor mobil dari semula 80 negara tujuan ekspor menjadi 100 negara. Upaya peningkatan ekspor tersebut juga sejalan dengan penambahan tipe kendaraan yang diekspor. 

"Kita akan coba mencapai 100 negara tujuan ekspor, dan kalau bisa tipenya lebih banyak, bisa 18 tipe misalnya," kata Kukuh.

Hingga November 2019 kemarin, ekspor kendaraan utuh atau completely build up (CBU) dari Indonesia sebesari 306.000 unit. Sedangkan ekspor completely knock down (CKD) melonjak 460 persen menjadi 426 ribu unit.

BERI KOMENTAR