HOME » BERITA » PENJUALAN MOTOR SPORT 250CC BEKAS KEBAL PANDEMI

Penjualan Motor Sport 250cc Bekas Kebal Pandemi

Berbeda dengan matic bermesin kecil, volume penjualan motor sport 250cc bekas relatif stabil dan tidak terpengaruh pandemi,

Senin, 23 November 2020 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Penjualan Motor Sport 250cc Bekas Kebal Pandemi
Penjualan motor sport 250cc bekas stabil (Aris Motorsport)

OTOSIA.COM - Pandemi COVID-19 menyebabkan daya beli masyarakat di sektor otomotif menjadi menuru. Akbitnya penjualan kendaraan bermotor ikut terpuruk. Bukan sebatas baru, kendaraan bekas juga ikut mengalami masa sulit.

Jika penjualan motor baru anjlok, lain halnya motor sport bekas. Dibandingkan motor matic bekas, penjualan motor sport 250cc seken justru mampu bertahan dari badai COVID-19.

Menurut pedagang motor bekas, Aris dari gerai Aris Motorsport, mendekati akhir tahun justru permintaan motor sport bekas kian menggeliat. Peminat motor sport 250cc bekas lebih tinggi ketimbang 150cc.

"Dari awal pandemi tidak pengaruh. Penjualan masih normal-normal saja. Sampai sekarang tetap stabil, bahkan kita rasakan malah naik. Kalau persentsenya berapa saya tidak hapal. Kita ambil barang, motor keluar lagi. Ambil lagi, keluar lagi.

1 dari 3 Halaman

Pokoknya setiap hari ada saja orang yang beli motor sport bekas," ungkap Aris. Hobi menurut Aris menjadi faktor terbesar penjualan motor sport bekas relatif stabil. Lantaran hobi, konsumen rela berhutang untuk mendapatkan motor impian. Lain halnya motor-motor kecil yang difungsikan sebagai kendaraan harian.

"Hobi bukan bicara duit, banyak orang bela-belain sampai ngutang. Kalau motor hobi kan dia pakai bukan tiap hari, lain kalau matic-matic kecil. Banyak yang beli kredit, banyak juga yang beli cash," ungkapnya.

Lagi pula kata Aris, komponen motor sport 250cc jarang dioplos seperti motor-motor kecil dari pelelangan. Semua motor yang ia jual dijamin memakai onderdil asli, bukan part kanibal. Aris Motorsport tidak mau menjual motor yang bermasalah.

 

 

2 dari 3 Halaman

"Konsumen sudah tahu, bahwa motor 250cc sulit untuk dioplos karena partnya semuanya original. Kita juga ambil barangnya yang kondisinya masih baik karena kita tidak mau membebani konsumen. Kasian konsumen. Kita tidak mau dia habis beli motor puluhan juta, 2-3 bulan kemudian keluar uang banyak gara-gara motor," paparnya.

Menurut Aris konsisi motor akan mempengaruhi harga jual. Misalnya dengan tahun yang sama, motor full modifikasi harga jualnya berbeda dibandingkan standar.

Sementara untuk harga antar merek dengan tahun yang sama selisihnya tidak jauh. Hanya saja, Ninja lebih laris dibandingan Honda CBR250 dan Yamaha R25.

"Bicara motor standar, rata-rata antara Ninja dan CBR harganya berimbang. Tapi semua tergantung konsumen, mau motor tua apa tahun lebih baru. Ninja karbu tahun 2008 juga tetap laku, masih banyak orang yang cari. Kalau konsumen ada duit lebih, dia akan lari ke motor seken tahun 2018 sampai 2020," ungkapnya.

 

 

3 dari 3 Halaman

Di showroom yang terletak di jalan Perjuangan No 75, Bekasi Utara, Kawasaki Ninja 250 oranye tahun pemakaian 2019 dijual Rp 52,5 juta, Ninja 250 hijau tahun 2016 dibanderol Rp 38,5 juta, Ninja 250 full modif Rp 36,5 juta, Kawasaki Z250 tahun 2018 dijual Rp 36,5 juta, dan Z250 tahun 2013 Rp 28,5 juta.

Sementara Honda CBR250 tahun 2017 bulan 8 dijual Rp 44,5 juta, Honda CBR250 ABS edisi Repsol tahun 2017 dibanderol Rp 52,5 juta, Yamaha R25 Moviestar Rp 36,5 juta, dan R25 ABS putih-merah dibanderol Rp 38,5 juta.

Di bawahnya, ada Yamaha R15 Moviestar tahun 2017 dijual Rp 23,5 juta dan CBR150 Rp 21,9 juta. "Kalau ini, R15 tahun 2018 bulan 11, pajak hidup, panjang, kita kasih Rp 24,5 juta," pungkasnya.

Selain motor bekas, Aris Motorsport juga menjual dua unit Ninja ZX-25R ABS-SE baru tanpa inden.Motor tersebut dapat dipinang dengan mahar Rp 132,5 juta.

BERI KOMENTAR