HOME » BERITA » PENJUALAN OTOMOTIF TUMBUH, TERTOLONG INSENTIF PPNBM MOBIL BARU

Penjualan Otomotif Tumbuh, Tertolong Insentif PPnBM Mobil Baru

Adanya insentif PPnBM mobil baru membuat industri otomotif tumbuh. Adira Finance mencatatkan pertumbuhan pembiayaan mobil baru sekitar 30,1%

Sabtu, 31 Juli 2021 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Penjualan Otomotif Tumbuh, Tertolong Insentif PPnBM Mobil Baru
Pameran otomotif (Otosia.com)

OTOSIA.COM - Meskipun jumlah kasus COVID-19 pada pertengahan 2021 meningkat, industri otomotif berhasil tumbuh pada Semester I. Hal ini dipengaruhi oleh adanya insentif PPnBM mobil baru, aktivitas ekonomi yang mula membaik dan adanya efek penjualan dari periode bulan Ramadan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan industri mobil baru dan sepeda motor baru ritel masing-masing tercatat tumbuh 33,5% (year on year) dan 23% (year on year) menjadi 388 ribu unit dan 2,4 juta unit jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Seiring meningkatnya penjualan pada industri otomotif, Perusahaan mencatatkan pembiayaan baru bertumbuh sebesar 17,3% (year on year) menjadi Rp11,8 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu.

1 dari 2 Halaman

Hampir semua segmen produk pembiayaan mengalami kenaikan terutama didominasi segmen pembiayaan mobil baru sebesar 30,1% (year on year), kemudian diikuti segmen pembiayaan mobil bekas dan sepeda motor baru masing-masing sebesar 23,4% (year on year) dan 13,3% (year on year).

Walaupun demikian, piutang yang dikelola Perusahaan masih tercatat menurun sebesar 18,1% (year on year) menjadi Rp 41,3 triliun pada Semester I/2021 yang disebabkan oleh rundown portfolio yang lebih tinggi.

Di tengah adanya penerapan PPKM sejak awal Juli 2021, Perusahaan akan lebih berfokus pada penjualan yang tersegmentasi diluar Jawa dan Bali. Selain itu, Perusahaan juga akan lebih menyelaraskan antara pertumbuhan pembiayaan baru dan pengendalian kualitas aset di tengah lingkungan operasional yang penuh tantangan untuk mempertahankan kinerja Perusahaan.

2 dari 2 Halaman

"Melihat dinamika pandemi COVID-19 yang masih belum pulih di tahun 2021, dalam merespon percepatan adopsi digital oleh konsumen, Adira Finance terus berinovasi mempersiapkan strategi bisnis untuk menanggapi arah perubahan konsumsi masyarakat yang menjadi lebih digital savvy dengan mempermudah pelanggan dalam melakukan pembiayaan tanpa harus melalui kantor cabang. Oleh karena itu, Perusahaan terus melakukan inovasi dan mengembangkan digital platform Adiraku. Hingga Juni 2021, jumlah konsumen yang telah mengunduh aplikasi Adiraku sekitar 1,5 juta konsumen dan jumlah konsumen yang terdaftar sekitar 700 ribu konsumen," kata Presiden Direktur Adira Finance, Hafid Hadeli.

BERI KOMENTAR