HOME » BERITA » PENJUALAN OTOMOTIF TURUN, KEJAHATAN CURANMOR JUSTRU NAIK DI MASA PANDEMI

Penjualan Otomotif Turun, Kejahatan Curanmor Justru Naik di Masa Pandemi

Meski penjualan otomotif menurun drastis selema semester pertama 2020, namun sebaliknya, pencurian kendaraan bermotor di masa pandemi di beberapa kota naik.

Jum'at, 09 Oktober 2020 09:15 Editor : Nazarudin Ray
Penjualan Otomotif Turun, Kejahatan Curanmor Justru Naik di Masa Pandemi
Ilustrasi pencurian mobil (usatoday.com)

OTOSIA.COM - Kurun waktu tahun 2014 sampai 2018 penjualan mobil terbilang tinggi atau tumbuh 29,3 persen. Dari 105.575.278 unit pada 2014, menjadi 136.542.034 unit pada tahun 2018.

Meski populasi kendaraan tambah besar, namun aksi kejahatan curanmor di Indonesia menurun 34,2 persen dalam waktu lima tahun, dari 42.165 kejadian pada tahun 2014, menjadi 27.731 kasus pada 2018.

Lalu bagaimana dengan masa pandemi COVID-19? Sebaliknya, penjualan kendaraan bermotor turun drastis, tapi tingkat kejahatan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) justru cenderung naik.

Berdasarkan riset Lifepal Technologies Indonesia atau lifepal.co.id, meski Kepolisian Republik Indonesia belum merilis data Statistik Kriminal terbaru, di masa pandemi COVID-19, sejumlah kepolisian tingkat provinsi maupun kabupaten/kota menginformasikan adanya tindak laku curanmor yang meningkat, sedangkan sebagian lainnya menurun.

1 dari 2 Halaman

Kapolda Metro Jaya pada 19 Juni 2020 menyebutkan bahwa kasus pencurian kendaraan khususnya untuk sepeda motor naik 6 persen yang diiringi dengan tindak laku kejahatan pencurian dengan kekerasan, dan pencurian dengan pemberatan.

Begitu juga laporan Polresta Manado pada April 2020. Berdasarkan informasi yang masuk ke kantor polisi seputar pencurian sepeda motor terjadi setiap hari.
Sementara itu di Papua, cukup mengejutkan pula bahwa terjadi peningkatan kasus curanmor sebanyak 72,5 persen dari semester pertama 2019 ke semester pertama 2020.

"Tidak dipungkiri bahwa pandemi COVID-19 memang memperburuk kehidupan sosial dan ekonomi warga. Meski menyimpang, para pelaku curanmor tetap memandang aksi kejahatan ini sebagai cara praktis menghasilkan uang," kata Dila Karinta, Head of Public Relation Lifepal Technologies Indonesia.

Alarm maling dan perangkat keamanan kendaraan lainnya, fungsinya hanya sebatas menghambat para oknum melancarkan aksi pencurian kendaraan. Ketika kendaraan berhasil dicuri, maka pemilik kendaraan telah kehilangan aset yang nilainya belasan, puluhan, atau bahkan miliaran rupiah.

 

2 dari 2 Halaman

Asuransi

Menurut dia, satu-satunya perlindungan untuk kendaraan pribadi adalah asuransi kendaraan. Terdapat dua jenis asuransi kendaraan yang berguna untuk mengurangi risiko finansial akibat curanmor.

Pertama adalah asuransi total lost only (TLO),. Jenis asuransi ini memberi jaminan atau biaya pertanggungan hanya jika mobil hilang akibat pencurian atau terjadi kerusakan dengan nilai perbaikan sama atau lebih dari 75 persen dari harga mobil pada saat itu.

Kedua adalah all risk atau komprehensif, yang menerima apapun klaim kerusakan mobil, dari yang ringan seperti lecet 1cm sampai yang rusak parah maupun hilang.

"Besaran premi dari all risk tentunya lebih besar ketimbang TLO, mengingat asuransi ini siap menanggung segala jenis risiko," paparnya.

Lifepal menyarankan, demi kesehatan finansial, maka besaran premi yang dari asuransi yang seharusnya dibayarkan nasabah ke perusahaan asuransi secara per bulan, harus disesuaikan dengan penghasilan bulanan yaitu 3 persen hingga 5 persen dari pendapatan bulanan nasabah.

 

BERI KOMENTAR