HOME » BERITA » MITSUBISHI PAJERO SPORT INDONESIA PALING SUBUR DI DUNIA

Mitsubishi Pajero Sport Indonesia Paling Subur di Dunia

Indonesia merupakan negara dengan penjualan Mitsubishi Pajero Sport paling banyak di dunia, mengalahkan Thailand, Australia, bahkan Rusia.

Senin, 01 Maret 2021 10:15 Editor : Nazarudin Ray
Mitsubishi Pajero Sport Indonesia Paling Subur di Dunia
New Pajero Sport (MMKSI)

OTOSIA.COM - Sebagai negara dengan penjualan otomotif terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi lahan subur bagi produsen mobil dunia. Bahkan satu model kendaraan global yang dijual di Indinesia volumenya bisa mengalahkan negara lain.

Contohnya saja Mitsubishi Pajero Sport. Penjualan SUV ini di Indonesia mengalahkan populasi di negara lain. Mitsubishi Motors Corporation (MMC) mencatat sebanyak 348.000 unit Pajero Sport terjual pada periode 2015-2021 2.

Dari jumlah tersebut Indonesia sebagai penyumbang penjualan terbesar dengan 89.000 unit, diikuti Thailand dengan 80.000 unit, Filipina 66.000 unit, Australia 34.000 unit dan Rusia 26.000 unit.

1 dari 2 Halaman

"Mitsubishi New Pajero Sport merupakan model yang dikembangkan dengan mempertimbangkan masukan dari konsumen di seluruh dunia, termasuk Indonesia sebagai salah satu pasar terpenting MMC di Kawasan ASEAN," ujar Naoya Nakamura President Director PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Sejak diperkenalkan tahun 2009 lalu, total populasi Pajero Sport di Indonesia mencapai 164.773 unit. Sementara mulai tahun 2017, Pajero Sport yang dijual dan dipasarkan di Indonesia telah diproduksi di pabrik perakitan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) di Cikarang, Bekasi, Indonesia.

 

 

 

2 dari 2 Halaman

Terakhir, pada 16 Februari lalu MMKSI meluncurkan New Pajero Sport untuk pasar Indonesia, dan dilanjutkan dengan pengenalan di berbagai daerah di Indonesia melalui kegiatan Mitsubishi Motors Auto Show dan Supermarket Exhibition.

"Dengan penerimaan dan penjualan yang baik kami berharap model Pajero Sport dapat terus berkontribusi untuk masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia," tutup Nakamura.

BERI KOMENTAR