HOME » BERITA » PENYEKATAN ARUS BALIK KE JAKARTA DIPERPANJANG HINGGA 31 MEI 2021

Penyekatan Arus Balik ke Jakarta Diperpanjang hingga 31 Mei 2021

Catat, polisi memperpanjang penyekatan arus balik ke Jakarta

Rabu, 26 Mei 2021 21:15 Editor : Ahmad Muzaki
Penyekatan Arus Balik ke Jakarta Diperpanjang hingga 31 Mei 2021
Ilustrasi penyekatan mudik (Liputan6.com/Faizal Fanani)

OTOSIA.COM - Sebelumnya Polda Metro Jaya telah memperpanjang masa penyekatan arus balik ke Jakarta hingga 24 Mei 2021. Namun, kebijakan ini kembali diperpanjang hingga 31 Mei mendatang. Hal ini diketahui dari postingan akun Instagram @divisihumaspolri pada Selasa (25/5/2021).

"Polri Perpanjang Masa Penyekatan Arus Balik ke Jakarta," tulis @divisihumaspolri

1 dari 4 Halaman

Sementara itu, kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Istiono, M.H. yang menyebutkan bahwa penyekatan arus balik ke Jakarta belum dihentikan. Petugas akan terus lakukan penyekatan hingga 31 Mei 2021.

Selain penyekatan, petugas juga akan melakukan test rapid antigen secara acak kepada masyarakat yang kembali ke Jakarta. Tentu saja ini merupakan langkah pencegahan agar tak terjadi lonjakan COVID-19.

"Ini merupakan bentuk antisipasi Polri dalam mencegah terjadinya lonjakan kasus Covid-19," tulis @divisihumaspolri

2 dari 4 Halaman

Beberapa hari lalu, tercatat ada 29.130 pemudik yang telah kembali ke Jakarta pasca Lebaran. Hal ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil DKI Jakarta Budi Awaludin.

Menurutnya, jumlah pemudik tersebut berdasarkan data pada Sabtu (22/5/2021) pukul 21.00 WIB.

"29.130 warga yang telah kembali dari mudik, 18.895 orang merupakan warga DKI Jakarta," kata Budi saat dikonfirmasi, Minggu (23/5/2021) yang dikutip dari Liputan6.com.

3 dari 4 Halaman

Adapun sebanyak 10.235 pemudik merupakan warga non DKI Jakarta. Budi juga mengimbau agar masyarakat yang pulang dari kampung usai mudik dapat melaporkan diri ke RT ataupun RW setempat.

Laporan tersebut untuk data pemeriksaan atau screening guna mencegah adanya kasus Covid-19.

"Nanti RT akan menscreening dan mengecek data-datanya dan memasukkan ke aplikasi. Kalau memang ada tindakan lanjut hasil swabnya reaktif atau ada gejala sakit, itu nanti kita tindaklanjuti," jelas Budi.

4 dari 4 Halaman

 

 

BERI KOMENTAR