HOME » BERITA » PERANCANG SIRKUIT SEPANG: JANGAN ASAL BANGUN SIRKUIT, PERHATIKAN HAL INI

Perancang Sirkuit Sepang: Jangan Asal Bangun Sirkuit, Perhatikan Hal ini

Kamis, 14 Desember 2017 20:30 Editor : Fitradian Dhimas
Foto: Nazar Ray

OTOSIA.COM - Bekerjasama dengan Tilke Engineers & Architects, Ikatan Motor Indonesia (IMI) akan memberikan tambahan pengetahuan bagi daerah-daerah yang berencana membangun sirkuit, atau bahkan yang sudah mempunyai sirkuit. Hal ini terungkap dalam seminar bertajuk ‘Developing Successful Circuits’ di Jakarta, Kamis (14/12).

Tilke Engineers & Architects perusahaan yang bergerak dalam bidang perancangan sirkuit balap kelas dunia. Dalam seminar yang dihadiri sekitar 30 peserta dari perwakilan berbagai Pengurus IMI Propinsi, Managing Director Tilke Engineers & Architechts, Dr. Carsten Tilke memaparkan secara jelas bagaimana proses pembuatan sirkuit balap yang berkualitas.

“Kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menyelenggarakan suatu Kejuaraan Otomotif tingkat dunia, dimana supaya bisa menyelenggarakan hal tersebut, diperlukan sirkuit-sirkuit yang mendapatkan lisensi tingkat dunia.” kata Jeffrey. “Untuk membangun sirkuit yang baik, tentu harus melalui perencanaan yang baik. Informasi mengenai itulah yang kami harapkan bisa diperoleh dari seminar ini.”

Sementara itu dalam penjelasannya, Carsten mengatakan ada banyak tahap yang harus dilalui dalam pembangunan sebuah sirkuit. Diawali dengan sebuah ide, yang kemudian dikembangan menjadi sebuah desain. Tetapi sebelumnya ada satu hal penting yang harus di perhatikan, yaitu lokasi di mana sirkuit itu akan dibangun.

“Kontur tanah di lokasi yang akan dibangun sirkuit akan sangat berpengaruh terhadap desain dan biaya. Tanah berawa dan padang pasir juga akan menjadi tantangan tersendiri dalam membangun sebuah sirkuit,” terang Carsten, yang bersama dengan ayahnya, Herman Tilke, telah merancang berbagai lintasan balap serta fasilitas otomotif di lebih dari 50 negara, seperti Sirkuit Internasional Sepang di Malaysia, Sirkuit Internasional Austin di Amerika dan Sirkuit Yas Marina di Abu Dhabi.

Selain itu seminar ini juga terlaksana untuk menunjang program IMI di tahun 2018, yaitu pelaksanaan kegiatan olahraga kendaraan bermotor harus diadakan di sirkuit permanen dalam suatu lokasi tertutup. Hal ini dilakukan terutama untuk meningkatkan aspek safety, skill atlit, serta efektivitas dan efisiensi suatu management event.

“Pada akhirnya, kegiatan-kegiatan semcam ini akan terus kami lakukan sebagai bagian dari program-program IMI untuk meningkatkan dunia olahraga otomotif Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.” tutup Jeffrey.

 (kpl/nzr/fdk)

BERI KOMENTAR