HOME » BERITA » WHOLESALE MENGACU PADA DISTRIBUSI DARI PABRIK KE DEALER, APAKAH SAH DISEBUT ANGKA PENJUALAN?

Wholesale Mengacu pada DIstribusi dari Pabrik ke Dealer, Apakah Sah Disebut Angka Penjualan?

Penjualan otomotif terbagi menjadi wholesale dan retail sales. Apa bedanya?

Jum'at, 17 Juni 2022 21:00 Editor : Arendra Pranayaditya
Wholesale Mengacu pada DIstribusi dari Pabrik ke Dealer, Apakah Sah Disebut Angka Penjualan?
Ilustrasi penjualan mobil (Otosia.com/Arendra Pranayaditya)

OTOSIA.COM - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) rutin merilis data penjualan wholesale dari para brand kendaraan yang menjadi aggotanya tiap bulan.

Data wholesale Gaikindo untuk kendaraan penumpang bulan Mei 2022 total sebanyak 35.620 unit. Namun Gaikindo tidak mencantumkan retail sales dari masing-masing merek.

Tentu hasil penjualan wholesale dan retail sales berbeda. Lantas apa yang membedakan keduanya?

1 dari 5 Halaman

Secara umum, baik wholesale dan retail sales sama-sama menjalankan proses penjualan mobil. Namun perbedaan utamanya terletak pada pembeli dari mobil tersebut.

Pada dasarnya wholesale adalah penjualan produsen mobil kepada kepada distributor atau diler-diler resminya. Melansir indeed.com, Kamis (16/6/2022), penjualan ini dilakukan dalam jumlah banyak atau disebut bulk buying.

Hal ini dilakukan karena perusahaan tidak terdampak pajak penjualan saat berjualan ke diler. Hasilnya harga yang ditawarkan bisa lebih rendah, terutama saat pembelian dalam jumlah besar.

2 dari 5 Halaman

Sementara retail sales adalah proses penjualan dari diler ke pemakai akhir (end-user), yakni konsumen. Berbeda dengan wholesale, penjualan secara retail bergantung pada permintaan konsumen untuk menentukan tinggi rendahnya hasil penjualan.

Para penjual retail (diler) juga menetapkan harga yang cenderung lebih tinggi untuk mendapatkan laba, lantaran berjualan langsung ke end-user dikenakan pajak penjualan barang.

3 dari 5 Halaman

"Penjualan wholesale adalah penjualan dari distributor ke dealer. Lalu retail sales adalah penjualan dari dealer ke konsumen," papar Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM), ke Otosia.com, Kamis (16/6/2022).

Meski produk yang dijual secara wholesale belum sampai di tangan konsumen, proses tersebut tetap tercatat sebagai angka penjualan sah yang diperoleh produsen mobil. 

4 dari 5 Halaman

Berapa pun jumlah produk yang dibeli oleh diler akan tercantum dalam total penjualan wholesale dan angka tersebut bisa berbeda dengan hasil penjualan secara retail.

"Iya (wholesale) masih dihitung sebagai penjualan," ujar Harold Donnel, Head of 4W Brand Development & Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).

5 dari 5 Halaman

BERI KOMENTAR