HOME » BERITA » PERCIKAN CORONA (COVID-19) SAAT BERBICARA BISA BERTAHAN DI UDARA LEBIH DARI 8 MENIT

Percikan Corona (COVID-19) Saat Berbicara Bisa Bertahan di Udara Lebih dari 8 Menit

Percikan COVID-19 dari orang berbicara tersebut bisa picu penularan baru jika seseorang menghirup udara yang ada di sekitar percikan tadi.

Sabtu, 16 Mei 2020 13:30 Editor : Ahmad Muzaki
Percikan Corona (COVID-19) Saat Berbicara Bisa Bertahan di Udara Lebih dari 8 Menit
Ilustrasi Bersin. ©CDC's Public Health Image Library

OTOSIA.COM - Institut Kesehatan Nasional dan Universitas Pennsylvania telah lakukan studi terbaru yang menunjukkan bahwa berbicara terlalu keras selama satu menit di ruangan tertutup bisa timbulkan sedikitnya 1.000 percikan cairan yang mengandung partikel virus Corona (COVID-19).

Dilansir dari laman CNN, Jumat (15/5), cairan percikan itu bisa berada di udara selama lebih dari delapan menit, menurut studi yang dipublikasikan Selasa lalu di jurnal terbuka PNAS.

Berdasarkan penelitian lain, kondisi tersebut bisa picu penularan baru jika seseorang menghirup udara yang ada di sekitar percikan tadi.

Untuk melakukan eksperimen itu para peneliti menyuruh seseorang mengucapkan kata "stay healthy" atau "jaga kesehatan" berulang kali melalui sebuah lubang yang dihubungkan ke sebuah kotak tertutup untuk mewakili ruang tertutup tanpa ventilasi.

1 dari 1 Halaman

Kata "stay healthy" dipilih karena huruf "th" pada kata "healthy" bisa memicu keluarnya percikan.

Para peneliti kemudian memakai laser untuk melihat apa yang terjadi dengan percikan yang keluar dari ucapan mulut orang itu.

Sebagian percikan yang keluar ada yang menguap dan ada yang masih bertahan mengambang di udara.

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, para ahli menyimpukan bahwa partikel dari percikan itu bisa terhirup oleh orang lain dan dapat menimbulkan kasus penularan baru virus COVID-19.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR