HOME » BERITA » PERFORMA BUSI BISA TURUN KARENA HAL INI, DAN KAPAN HARUS DIGANTI?

Performa Busi Bisa Turun Karena Hal ini, dan Kapan Harus Diganti?

Sebagai komponen vital, busi bisa mengalami penurunan performa seiring usia pakai. Umur busi bisa lebih cepat jika terjadi masalah di ruang bakar.

Kamis, 19 November 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Performa Busi Bisa Turun Karena Hal ini, dan Kapan Harus Diganti?
Ilustrasi busi (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Busi merupakan komponen penting dalam mendukung sistem pembakaran pada kendaraan bermotor. Untuk menghasilkan pembakaran yang sempurna, diperlukan busi yang sesuai spesifikasi serta penggantian berkala. Komponen utama dalam pengapian ini termasuk yang paling mudah perawatannya.

Sama seperti suku cadang lain, sebuah busi juga punya batas pakai. Lantas kapan waktunya harus mengganti busi, dan faktor apa yang menyebabkan kinerja sebuah busi menjadi tidak optimal?

Menurut Diko Oktaviano, Technical Support NGK Busi Indonesia, umur pakai busi sepeda motor dan mobil berbeda. Busi sepeda motor masa pengunaannya lebih pendeml dibandingkan mobil.

1 dari 2 Halaman

Berdasarkan pengujian NGK terhadap mobil maupun motor dari berbagai tipe, pada umumnya batas pakai busi motor adalah 6.000 km, sedangkan mobil bisa mencapai 20.000 km. Namun hal tersebut tergantung komposisi bahan yang digunakan pada busi.

Lalu dia mencontohkan, dalam pengujian NGK terhadap satu part number bisa dilakukan di banyak mesin dari merek kendaraan berbeda. Kesesuaian busi dengan spesifikasi mesin dapat mempengaruhi usia busi.

"Contoh busi NGK LMAR8A-9 bisa dipakai di Yamaha dan Honda. Jadi kita mengukurn nilai average dari satu komposisi material bahan yang digunakan, apakah itu nickel ataupun bahan yang lain. Tapi untuk hal ini yang lebih banyak di ukur adalah nickel," jelasnya.

 

2 dari 2 Halaman

Sementara di sisi lain, pabrikan atau agen pemegang merek (APM), menguji satu tipe busi pada satu mesin kendaraannya. "Artinya mereka selektif terhadap part number, yang terkadang memang khusus digunakan oleh mesin mereka sendiri," jelasnya.

Jika busi telah melewati batas umur pakai, tidak serta merta busi langsung rusak, melainkan hanya terjadi penurunan performa.

Penurunan performa busi akibat material elektroda mulai terkikis usia, kondisi ruang bakar yang panas, dan kondisi lingkungan ruang bakar yang tidak stabil. Belum lagi ditambah ruang bakar yang tidak terawat. 

"Yang mempengaruhi penurunan performa busi biasanya lebih banyak kepada kesehatan ruang bakar. Kalau ruang bakar bisa dipertahankan dalam kondisi ideao, maka si busi awet dan percikan listriknya tetep stabil, fokus diantara kedua elektrodanya. Ini berlaku juga kebalikannya," pungkas Diko.

 

BERI KOMENTAR