HOME » BERITA » PERILAKU BERKENDARA YANG TERLIHAT SEPELE JUSTRU BERDAMPAK FATAL

Perilaku Berkendara yang Terlihat Sepele Justru Berdampak Fatal

Kecelakaan yang terjadi pun terkadang akibat hal-hal yang dinilai sepele. Tanpa disadari, perilaku berkendara yang dirasa sepele itulah yang memicu kejadian fatal, hingga kematian.

Kamis, 17 Mei 2018 19:00 Editor : Dini Arining Tyas
Foto Ilustrasi by Silverthorne Attorneys

OTOSIA.COM - Angka kecelakaan di Indonesia masih besar. Data Korlantas Polri mencatat jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 28.000-30.000 jiwa per tahun.

Kecelakaan yang terjadi pun terkadang akibat hal-hal yang dinilai sepele. Tanpa disadari, perilaku berkendara yang dirasa sepele itulah yang memicu kejadian fatal, hingga kematian.

Berikut beberapa perilaku berkendara yang seharusnya tak perlu dilakukan.

1. Melaju Lambat di Lajur Cepat

Sesuai dengan aturan, lajur paling kanan diperuntukkan kendaraan yang melaju lebih cepat atau untuk mendahului. Tapi, banyak kendaraan ayng melaju pelan di lajur kanan. Akibatnya, laju kendaraan yang lebih cepat menjadi terhambat dan tak sedikit yang justru jadi melanggar karena mendahului dari sebelah kiri.

2. Membunyikan Klakson Sembarangan

Gunakanlah klakson dengan sewajarnya dan sesuai fungsinya. Membunyikan klakson sembarangan dapat memicu emosi pengendara lain. Efek terburuknya adalah bisa mengagetkan hingga merusak konsentrasi pengemudi lain.

3. Menambah Kecepatan Saat Ingin Didahului

Berakselerasi saat hendak ada kendaraan lain yang sedang mendahului, berpotensi mengakibatkan kecelakaan. Terutama bila kendaraan lain yang sedang mendahului lewat jalur dari arah yang berlawanan.

4. Tak Memberi Kesempatan Kendaraan Lain Berpindah Lajur

Tindakan seperti ini sangat berbahaya, terutama bila ada kendaraan lain yang melaju lebih lambat. Akibatnya, kendaraan lainnya tak dapat berpindah jalur untuk mendahului kendaraan di depan karena lajurnya diiguanakn dan ditutup kendaraan lain yang tadinya berjarak cukup jauh.

5. Lupa Mematikan Sein

Perilaku seperti ini paling sering dijumpai. Perilaku seperti ini bisa membuat pengendara lain salah paham, karena menganggap kendaraan yang lupa mematikan sein hendak berbelok.

6. Membunyikan Musik Terlalu Keras

Membunyikan musik terlalu keras mengurangi kewaspadaan pengemudi terhadap kondisi di sekitar kendaraan. Anda tidak akan dapat mendengar klakson atau peringatan yang diberikan oleh pengguna jalanlain.

7. Menonton Kecelakaan Lalu Lintas

jangan berhenti atau melambatkan kendaraan bila terjadi kecelakaan lalu lintas. Ini berbahaya karena bisa saja ada kendaraan lain dari belakang yang melaku kendang dan terlambat mengantisipasi. Tapi bukan berarti tak boleh berhenti menolong, jika ingin menolong alangkah baiknya menepilah dahulu baru menolong.

Sumber: Oto.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR