HOME » BERITA » PERIODE MARET-APRIL PENJUALAN MOBIL NASIONAL ANJLOK 600 RIBU UNIT

Periode Maret-April Penjualan Mobil Nasional Anjlok 600 Ribu Unit

Penjualan mobil nasional tahun diperkirakan kurang dari 600 ribu unit. Gaikindo mencatat periode Maret-April 2020 pasar mobil nasional turun 600 ribu unit

Minggu, 04 Oktober 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
Penjualan Suzuki turun 50 persen (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Angka penjualan mobil nasional tahun ini diperkirakan tidak menembus 600 unit. Bahkan menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, selama periode Maret-April 2020 pasar turun 600 ribu unit.

Penurunan tersebut merupakan dampak dari pandemi COVID-19 sejak Maret lalu. Periode transisi tidak banyak mendorong pertumbuhan otomotif nasional. Namun pelaku otomotif masih menyimpan optimisme hingga akhir semester kedua akan terjadi perbaikan.

Suzuki merupakan salah satu merek yang merasakan pahitnya masa pandemi dan diperkirakan turun 50 persen hingga akhir tahun. Suzuki mencatat sedikitnya penjualan mobil tahun ini dipengaruhi tiga periode, yakni awal pandemi, masa transisi, dan periode recovery.

"Pada periode adaptasi terjadi kondisi penurunan, kondisi negatif. Lalu periode kedua mulai membaik, semoga periode ketiga semakin membaik lagi," kata Donny Saputra, Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales dalam diskusi virtual bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) belum lama berselang.

Menurut Donny faktor terbesar yang dapat mendongkrak pasar mobil nasional adalah kondisi ekonomi. Namun saat ini cenderung negatif. Kedua adalah stimulus produk berupa kehadiran model-model baru. Ini merupakan kewajiban dari produsen mobil untuk melakukannya. Terakhir adalah adanya stimulus dari pemerintah.

"Jadi apabila bulan September - Desember ini terdapat stimulus, maka akan mendorong tren positif. Terkait resesi, pastilah ada dampaknya, tetapi tinggal bagaimana kita meminimalisirnya saja," ujarnya.

"Tidak seperti di negara maju yang banyak menggunakan robot. Dampak pandemi ini sistemik dan masiv. Banyak yang terlibat, seperti vendor-vendor. Masih butuh waktu di tahun 2021 dan tahun-tahun berikutnya untuk recovery. Yang penting usaha dulu, urusan hasil serahkan pada yang di Atas," harapnya.

Namun demikian Suzuki mencatat kenaikan wholesales sekitar 2,4 persen dan retail sales 2,6 persen. Selama pandemi marketshare Suzuki di bulan Juli sebagai yang tertinggi sejak tahun 2015.

"Untuk wholesales Suzuki niaga naik dari 51 persen menjadi 53 persen. Suzuki XL7 dan All New Ertiga berkontibusi 16 persen dari penjualan kami. Tahun 2020, kami akan fokus untuk memasarkan produk-produk yang diproduksi di Indonesia. Jadi produk lokal berkontribusi 90 persen," ungkap Donny.

Secara retail kontribusi New Carry Pick Up sebanyak 55 persen. Sementara All New Ertiga sebesar 15 persen dan Suzuki XL7 sebanyak 11 persen. "Besarnya kontribusi kendaraan niaga karena didorong faktor kebutuhan perusahaan untuk mencari pendapatan," tambahnya.

(kpl/nzr)

BERI KOMENTAR