HOME » BERITA » PERJALANAN PANJANG ESEMKA DI TANAH AIR, MULAI DITUDING JIPLAK SAMPAI DEALER HOAX

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer Hoax

Setelah lama diperbincangkan, Esemka akhirnya diresmikan pada tahun 2019 oleh Presiden RI Joko Widodo. Meski begitu, kontroversi tak berhenti kala mobil merek nasional ini sudah diresmikan dan mulai dipasarkan.

Selasa, 03 Desember 2019 16:45 Editor : Dini Arining Tyas
Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer Hoax
Mobil Esemka saat dipakai Jokowi ketika menjadi Walikota Solo (merdeka.com)

OTOSIA.COM - Pad 6 September 2019 lalu, Esemka yang pernah digadang-gadang menjadi mobil nasional akhirnya diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Bersamaan dengan peresmian pabrik di Boyolali, Jawa Tengah itu, Esemka Bima pickup 1.2 dan 1.3 juga meluncur.

Meski begitu, Esemka hanyalah merek mobil nasional. Bukan sebagai mobil nasional milik Indonesia, seperti yang digaungkan selama ini.

Tapi jika menilik ke belakang, banyak hal yang dilalui kemunculan mobil merek nasional ini. Jauh sebelum resmi diluncurkan, Esemka penuh dengan kontroversi selama 2019 ini.

1 dari 6 Halaman

Mobil Listrik

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer HoaxMobil Listrik

Pada April 2019, beredar gambar mobil Esemka dengan stiker Pindad di komplek pabrik Esemka, di desa Demangan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Kabarnya, mobil tersebut bertenaga listrik yang tengan dikembangkan oleh Esemka dan Pindad.

"Kita bikin (motor listrik). Itukan namanya magnet permanen, kita mesti beli. Untuk komponen kita masih impor, jadi kita beli magnet permanen lalu kita bikin di Pindad. Kalau perakitan semua sudah di Pindad. Impor ada yang dari Cina dan Jepang. Magnet permanen saja kita enggak punya," kata Direktur Utama Pinda, Abraham Mose, kala itu dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (2/4/2019).

2 dari 6 Halaman

Harga Mobil Esemka

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer HoaxHarga Mobil Esemka

Setelah beredar kendaraan listrik, titik terang soal kehadiran Esemka semakin jelas dengan adanya nama Esemka Garuda dalam sebuah daftar milik Permendagri. Esemka Garuda 1 terdaftar dalam Permendagri No 14 Tahun 2019, dan masuk dalam kategori mobil penumpang berjenis minibus.

Dalam data tersebut, tercaatat Nilai Jual Kendaraan bermotor (NKJB) Esemka Garuda 1 mencapai Rp 209 juta. Meski begitu, waktu itu masih belum diketahui pasti spesifikasi dan fitur apa saja yang menjadi senjata Esemka Garuda 1.

Mobil Esemka lain yang terdaftar dalam daftar pengenaan pajak kendaraan bermotor baru itu yakni Bima. Tapi hanya ada Esemka Bima 1.2 M/T yang tercantum dalam daftar tersebut. NJKB Bima sebesar Rp 81 juta. Tapi jika dipasarkan harga Bima jelas akan lebih dari nominal tersebut.

3 dari 6 Halaman

Harus Uji Tipe Ulang

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer HoaxHarus Uji Tipe Ulang

Uji tipe mobil Esemka sudah pernah dilakukan pada tahun 2018 lalu. Tapi rupanya, saat Sertifikasi Uji Tipe (SUT), Esemka masih menggunakan Euro2. Padahal Indonesia sudah menerapkan standar emisi gas buang Euro4.

Itu mengapa Esemka hanya memiliki jenis mesin diesel. Kalau Esemka ingin memroduksi kendaraan bermesin bensin bensin, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kemenhub, Dewanto Purnacandra mengatakan Esemka harus melakukan uji tipe ulang.

"berarti dia harus mengajukan uji lagi untuk Euro4, itu belum lakukan mereka. Semua mobil melakukan uji tipe ada 11-1n kalau enggak salah, iya semuanya Euro2. Kalau mau produksi mengajukan lagi," kata Dewanto.

4 dari 6 Halaman

Pasca Diresmikan

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer HoaxPasca Diresmikan

Rupanya, tantangan Esemka tak berhenti ketika sudah diresmikan. Sebab, publik kala itu seperti sudah menanti-nanti kehadiran mobil merek lokal ini. Begitu dirilis pun, Esemka semakin menuai kontroversi.

Tak lain dan tak bukan karena desain mobil Esemka yang disebut menjiplak mobil pickup Cina. Bahkan banyak yang menganggap Esemka Bima adalah rebadge dari Changan Star Truck.

Sekilas memang terlihat serupa, tapi grille depan, lampu utama, dan bumper trapesium membedakan fisik keduanya. Sedangkan dari sisi jeroan, di atas kertas, ukuran Changan Star Truck memiliki selisih dengan Bima.

Esemka Bima memiliki dimensi panjang 4.560 mm, lebar 1.645 mm, dan tinggi 1.890 mm serta jarak sumbu 2.900 mm. Sedangkan Changan Star Truck memiliki panjang 4.660 mm, lebar 1.620 mm, dan tinggi 1.890 mm, serta jarak sumbu 2.900 mm.

Kapasitas mesin keduanya sama, 1.243 xx E-Power I4 DOHC bertenaga 96,5 hp. Hanya berbeda pada besaran torsinya yakni 119 Nm untuk Bima dan 112 Nm untuk Changan Star Truck.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perindustrian yang saat itu dijabat Airlangga Hartarto menjelaskan, komponen penyusun mobil memang memiliki kemiripan. Pasalnya, terkadang perusahaan memiliki kerja sama dalam membuat platform mobil.

"Jadi itu biasa, sama seperti Fiat di Italia dan di Spanyol Seat itu platformnya sama tapi desainnya beda sedikit. Jadi sudah biasa multiple platform. Marcedes di Korea jadinya Sangiong, jadi kita tidak bisa bilang Sangiong jiplak. Ini bukan soal jiplak-jiplakan tapi multi source, multi platform dan mereka punya kerja sama," jelas Airlangga, seperti disitat dari Merdeka.com.

5 dari 6 Halaman

Tak Resmikan Dealer

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer HoaxTak Resmikan Dealer

Setelah kabar tersebut, tantangan lain masih harus dihadapi Esemka. Soal pembukaan dealer pertamanya yang disebut hanyalah kabar burung alias hoaks.

Sempat beredar foto peresmian dealer pertama Esemka melalui akun instagram mengatasnamakan Esemka (@esemka_official), pada 15 Oktober 2019. Namun, ketika dipastikan ke lokasi informasi tersebut tidak dibenarkan.

"Hari ini tidak ada agenda pembukaan showroom. Pihak manajemen dan atasan juga tidak ada himbauan terkait informasi pembukaan showroom itu. Itu hoaks," kata petugas keamanan itu ketika ditunjukkan akun IG yang mengatasnamakan akun resmi PT Solo Manufaktur Kreasi, dikutip dari Liputan6.com.

6 dari 6 Halaman

Banyak Dipesan

Perjalanan Panjang Esemka di Tanah Air, Mulai Dituding Jiplak Sampai Dealer HoaxBanyak Dipesan

Terlepas dari segala hal negatif yang menerpa Esemka, kabar baiknya produk Esemka cukup diterima. Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Asosiasi Kepala Desa Indonesia (Apdesi), Budiman Sudjatmiko.

"Mobil niaga Esemka akan mencukupi produk-produk pertanian di desa-desa, dan sudah ada 60 unit pesanan dari sejumlah desa di Bengkulu dan Kalimantan," kata Budiman, saat menghadiri peresmian pekan lalu, dikutip dari Merdeka.com.

Sebelumnya, diketahui bahwa Kementerian Pertahanan juga membeli Esemka Bima sebanyak 10 unit. "Pembelian mobil Esemka dimaksudkan sebagai bukti kecintaan dan dukungan Kemhan terhadap produksi anak bangsa," tulis siaran pers Kementerian Pertahanan diterima, Selasa (15/10/2019).

Selain Kemenhan, pikap Esemka Bima buatan PT Solo Manufaktur Kreasi resmi telah diserahkan ke Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara sebanyak 35 unit. Pikap itu selanjutnya diserahkan ke satuan-satuan Lanud Atang Sendjaja di Terminal Selatan Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Kamis, 3 Oktober 2019.

Mengutip laman tni-au.mil.id, satuan-satuan Lanud Atang Sendjaja yang menerima mobil Esemka Bima adalah, Skadron Udara 6, Skadron Udara 8 dan Skatek 024. Penyerahan unit secara simbolis diberikan kepada Komandan Skadron Udara 8 sebagai perwakilan dari Lanud ATS.

Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna menjelaskan, penyerahan mobil Esemka Bima ini selain untuk mendukung kegiatan operasional satuan-satuan TNI Angkatan Udara, juga menjadi sumbangsih TNI AU dalam mendorong tumbuh kembangnya industri mobil dalam negeri.

Sebelumnya, TNI Angkatan Udara pada tahap sekarang membeli sebanyak 35 unit mobil Esemka tipe Bima untuk mendukung kegiatan dinas dan operasional penerbangan dan berbagai keperluan dinas lainnya.

BERI KOMENTAR