HOME » BERITA » PERJUANGAN ATLET MUAYTHAI ASAL NTT UNTUK RAIH MEDALI EMAS PON, DIJEMPUT PAKAI MOBIL PIKAP

Perjuangan Atlet Muaythai Asal NTT untuk Raih Medali Emas PON, Dijemput Pakai Mobil Pikap

Atlet muaythai asal NTT beserta pelatihnya dijemput pengurus KONI NTT dengan mobil pikap

Kamis, 07 Oktober 2021 15:15 Editor : Ahmad Muzaki
Perjuangan Atlet Muaythai Asal NTT untuk Raih Medali Emas PON, Dijemput Pakai Mobil Pikap
Atlet asal NTT dijemput pakai pikap. ©2021 Merdeka.com

OTOSIA.COM - PON XX Papua kini telah berlangsung dengan melombakan beberapa cabang olahraga. Dalam merain hasil terbaik, ada kisah-kisah inspiratif dari para atlet yang bertanding.

Salah satunya adalah atley muaythai asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya ia dijemput menggunakan mobil pikap di bandara El Tari Kupang, Rabu (6/10) pagi.

Susanti beserta pelatihnya dijemput oleh pengurus KONI NTT yang sempat foto bersama di terminal kedatangan bandara. Setelah itu Susanti beserta pelatih dan tim yang menjemput menaiki mobil pikap itu, untuk kembali ke kamp pelatihan di Oetete, Kota Kupang.

1 dari 2 Halaman

Foto dan video yang beredar di media sosial mendapatkan beragam tanggapan dari netizen. Ada yang mencela memprotes sikap apatis pemerintah, hingga menyuruh para atlet untuk pindah provinsi jika ingin menjadi atlet profesional.

"Makasih banyak Ade Nona su bawa Emas untuk NTT. Perjuangan sampe luka-luka, darah-darah terbayar dengan medali emas.. Terbaik selalu, Tuhan Yesus berkati. Nb: Nan kalau ada PON berikutnya main dari NTB atau Jawa sa e.. Hehehe Bercanda sa," tulis akun Facebook bernama Andy Bai di grup Facebook Viktor Lerik Bebas Bicara Bicara Bebas, Rabu (6/10).

2 dari 2 Halaman

Akun lain bernama Minaty Silla menulis komentar, jika atlet yang meraih medali emas saja naik mobil pikap, apalagi atlet peraih medali perak dan perunggu bisa berjalan kaki ketika pulang.

"Yang medali emas sa su naik pikap. Apalgi yang perunggu dan perak ley.. mungkin jalan kaki..," tulisnya.

Susanty maupun pelatihnya belum berhasil diminta komentarnya terkait berita viral ini. Direncanakan Kamis (6/10) besok baru akan digelar konferensi pers.

Penulis: Ananias Petrus

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR