HOME » BERITA » PERLUKAH TES SIM DILAKUKAN DI JALAN RAYA?

Perlukah Tes SIM Dilakukan di Jalan Raya?

Ujian praktik SIM dengan berkendara di jalan raya mampu mendeteksi karakter, ketertiban di jalan, kesabaran, dan empati saat berkendara hingga keterampilan menyetir.

Senin, 25 Juni 2018 17:15 Editor : Cornelius Candra
Foto: Liputan6.com

OTOSIA.COM - Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, angkat bicara terkait wacana pihak kepolisian untuk menerapkan tes psikologi sebagai syarat baru untuk pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM).

Menurutnya, selain tes psikologi, ujian praktik berkendara di jalan raya untuk mendapatkan SIM juga penting untuk dijadikan syarat. Ujian tersebut mampu mendeteksi karakter, ketertiban di jalan, kesabaran, dan empati saat berkendara hingga keterampilan menyetir.

Seperti diketahui, selama ini ujian praktik membuat berbagai jenis SIM hanya dilakukan di lapangan ujian praktik Satpas penerbitan SIM, di mana lokasinya memang tertutup.

"Tujuannya lebih banyak. Di jalan raya kan kondisi nyata. Tujuannya antara lain pengendalian emosi, ketertiban, empati, berbagi, kemampuan mengemudi defensive driving, pengendalian emosi, dan lain-lain," kata Jusri saat dihubungi Liputan6.com, Minggu (24/6/2018).

Sementara itu, Kasi SIM Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, menegaskan bahwa pihaknya belum berencana menggunakan ujian praktik langsung di jalan raya, sebagai syarat dalam menerbitkan SIM.

Soal tempat tes praktik yang selama ini digunakan, menurutnya, sudah dibuat sedemikian rupa agar menyerupai kondisi dan situasi di jalan raya.

"Karena lingkungan kami memadai. Sudah cukup kok asumsinya sebagai jalan raya," kata Fahri.

Ia pun menjelaskan bahwa tes yang dilakukan sudah mencakup teknik dasar mengemudi seperti pengujian angka delapan, untuk mengetahui kemampuan putar balik dan rem menghindar. Selain itu, pihak kepolisian juga menguji kecakapan pemohon SIM.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR