HOME » BERITA » PERNAH DENGAR ISTILAH ITALIAN TUNE UP? INI MAKSUDNYA

Pernah Dengar Istilah Italian Tune Up? Ini Maksudnya

Beberapa orang mungkin pernah mendengar istilah Italian Tune Up. Rumornya, hal tersebut bisa membuat mobil menjadi lebih responsif.

Jum'at, 04 Mei 2018 13:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi: Autorules.blogspot.com

OTOSIA.COM - Beberapa orang mungkin pernah mendengar istilah Italian Tune Up. Rumornya, hal tersebut bisa membuat mobil menjadi lebih responsif. Namun, tak sedikit pula yang mengatakan bahwa perlakuan tersebut tidak memberikan dampak sama sekali.

Sebenarnya apa itu Italian tune Up? Apakah memang ada imbasnya pada performa mobil?

Dilansir dari situs Topgear Filipina, Italian Tune Up adalah memacu mobil hingga menyentuh redline atau mencapai putaran puncak dalam beberapa detik. Konon, istilah ini diambil dari kebiasaan para mekanik Ferrari. Fungsi ritual ini adalah untuk memanaskan mesin dan merontokkan karbon atau kotoran sisa pembakaran yang mengerak pada mesin.

Karena putaran mesin yang tinggi, endapan tersebut akan terlepas dari dinding mesin. Kemudian, berbagai kotoran akan dikeluarkan melalui sistem pembuangan mobil atau knalpot.

Menurut sumber yang sama, Italian Tune Up cukup efektif dilakukan pada kendaraan konvensional dengan karburator. Dengan memacu kendaraan pada putaran tinggi, karburator akan lebih bersih sehingga percampuran antara bahan bakar dan udara menjadi semakin baik.

Dampak Italian Tune Up akan lebih terasa pada mobil perkotaan. Pasalnya, kendaraan tersebut kerap melaju pada kecepatan yang tak terlalu tinggi dan menempuh jarak relatif rendah. Dengan ritual tersebut, tarikan mobil akan lebih enteng dan responsif.

Untuk mobil modern dengan suplai bahan bakar injeksi dijelaskan bahwa efek yang didapat tidak terlalu maksimal. Pasalnya, sistem elektronik pada mesin kini lebih canggih dan bisa mendiagnosa permasalahan dan menemukan solusinya sendiri.

Namun, tak ada salahnya memacu kendaraan sampai menyentuh redline. Tentunya karena hal itu terbilang menyenangkan.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR