HOME » BERITA » PERNAH DENGAR ISTILAH LANE SPLITTING? INI ARTINYA

Pernah Dengar Istilah Lane Splitting? Ini Artinya

Kamis, 15 Februari 2018 10:45 Editor : Cornelius Candra
Ilustrasi : motorcyclistonline.com

OTOSIA.COM - Lane splitting adalah kemampuan sepeda motor untuk bergerak di antara dua kendaraan yang berjalan searah. Mudahnya, sepeda motor mendahului kendaraan lain yang berhenti atau berjalan lebih lambat melalui celah yang terdapat di antara keduanya.

Manuver ini kerap dijumpai di kota-kota besar yang memiliki jalur padat. Karena ukuran yang lebih ramping daripada mobil, sepeda motor dapat menelusup melewati ruang sempit di antara dua kendaraan yang lebih besar. Bisa dibilang cara ini efektif untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat.

Kendaraan roda dua cenderung lebih rentan untuk jatuh karena titik keseimbangan yang berada di satu garis lurus. Sangat berbeda dengan kendaraan roda empat atau lebih karena memiliki titik tumpu lebih banyak. Oleh karena itu, pengendara sepeda motor wajib melindungi diri dengan helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu. Selain itu, juga dibutuhkan kemampuan, kewaspadaan, dan kesabaran dalam berkendara.

Dalam melakukan manuver ini, tetap perhatikan kondisi sekitar karena keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab semua pengguna jalan. Lakukan lane splitting dengan kecepatan di bawah 20 kpj. Dengan laju tersebut, sepeda motor akan lebih mudah dikendalikan dan dapat berhenti lebih cepat jika muncul halangan secara tiba-tiba.

Hindari untuk berada di celah antara dua kendaraan yang melaju dengan kecepatan di atas 50 kpj. Semakin tinggi kecepatan pada kendaraan, lajunya cenderung lebih sulit dikendalikan.

Perhatikan pula lampu sein dari kendaraan yang akan kamu dahului. Bisa jadi, mereka akan berbelok atau berhenti mendadak. Pastikan juga ruang yang ada cukup lebar. Jangan sampai terjadi benturan antara stang kamu dengan spion mobil. Turunkan kecepatan jika celah yang ada cenderung menyempit.

Di beberapa negara, manuver ini dianggap terlalu berbahaya hingga akhirnya dilarang. Di Singapura, Jerman, Inggris, dan Hongkong, yang boleh melakukan lane splitting hanya sepeda motor. Sedangkan di Amerika Serikat, semua kendaraan dilarang untuk melakukannya, kecuali di California.

Di Indonesia, hal ini sudah biasa kita jumpai, terlebih di daerah yang kerap macet seperti, Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Untuk menjaga keamanan, tetap patuhi aturan lalu lintas dan waspada dalam berkendara.

(kpl/crn)

BERI KOMENTAR