HOME » BERITA » PERSOALAN PERBANKAN SEBABKAN PENJUALAN MOBIL NIAGA ANJLOK

Persoalan Perbankan Sebabkan Penjualan Mobil Niaga Anjlok

Persoalan yang membelit perbankan di masa pandemi membuat penjualan kendaraan niaga seperti truk dan bus terpuruk.

Kamis, 12 November 2020 22:15 Editor : Nazarudin Ray
Persoalan Perbankan Sebabkan Penjualan Mobil Niaga Anjlok
99 persen pembelian Hino melalui dana perbankan (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Perekonomian yang cenderung menurun akibat pandemi COVID-19 membuat banyak aktivitas transaksi jual beli terhenti. Buntutnya kemampuan pelaku usaha untuk melakukan pembayaran pokok berikut bunganya menjadi terdampak.

Efek domino terhadap masalah tersebut juga menular ke sektor perbankan dan bank perkreditan. Situasi ini juga berdampak pada turunnya bisnis transportasi dan penjualan kendaraan komersial baru.

Masalah yang dihadapi perbankan di masa pandemi menyebabkan penjualan truk dan bus ikut tersendat. Bahkan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) menyebutkan penurunan penjualan kendaraan niaga terbesar disebabkan oleh persoalan yang membelit perbankan akibat virus corona.

1 dari 3 Halaman

"Perjualan kita tergantung pada kondisi perbankan. Bagaimana kondisi perbankannya. Kalau kita lihat NPL (Non Performing Loan) tidak besar, banyak customer yang restrukturisasi, yang juga menghambat pendanaan," kata Santiko Wardoyo, Chief Operating Officer (COO) HMSI dalam webinar, Selasa kemarin (10/11).

Pasalnya 99 persen pembelian truk dan bus Hino melalui dana dari perbankan. "Kalau dari sudut itu (perbankan) bermasalah, maka dampak di belakangnya juga bermasalah," tambah Santiko.

Untuk melakukan daya dorong penjualan, Hino melakukan sejumlah langkah, di antaranya membenahi karyawan agar menjadi trusted people yang dapat melayani konsumen, termasuk menjalankan strategi digital marketing di situs-situs marketplace.

"Yang sudah kita lakukan adalah memperkenalkan produk baru Flexi Cab yang siap pakai seperti ambulan dan Prime Cab Mini Dutro microbus yang siap pakai. Jadi customer tidak perlu menunggu lagi. Kita juga berencana akan memperkenalkan produk-produk baru tahun depan. Jadi kita optimis tahun 2021 akan lebih baik lagi dari tahun 2020," tukasnya.

 

2 dari 3 Halaman

Selain itu Hino meminta pemerintah memberikan stimulus kepada dunia usaha dan perbankan agar penjualan kendaraan niaga bangkit di tahun depan. "Pemerintah harus memberikan stimulus kepada daerah atau pusat dari pendayagunaan anggaran," imbuhnya.

Mengikuti revisi target Gabungan Indistri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dari 1 juta unit menjadi 526 ribu unit di 2020, Hino juga melakukan koreksi menyikapi situasi pasar kendaraan komersial di masa pandemi.

"Saya kira wajar di tengah kondisi yang tidak menentu. Harus menyesuaikan terus target. Kita masih menunggu perkembangan COVID-19, sampai sejauh mana vaksinnya. Saya dengar Januari mulai jalan, karena ini menjadi acuan juga," ujarnya.

Sementara itu pada sisi lain, HMSI tetap mengadakan ajang tahunan Customer Satisfaction (CS) Contest. Acara digelar sesuai dengan protokol kesehatan dimana Hino meramu ulang ajang CS Contest dengan digelar secara virtual atau online.

 

3 dari 3 Halaman

Hino CS Contest diselenggarakan dari 10 hingga 12 November 2020. Kompetisi ini merupakan ajang bergengsi untuk setiap dealer Hino, dimana mereka mengirimkan personel terbaiknya disetiap kategori yang dilombakan.

Para kontestan yang dipilih dalam ajang CS Contest ini sudah menjalani serangkaian pelatihan dan test yang kedepannya dapat diterapkan untuk melayani kebutuhan bisnis customer.

BERI KOMENTAR