HOME » BERITA » PERTAMINA BUKA SUARA SOAL B30 MENGENDAP

Pertamina Buka Suara Soal B30 Mengendap

Pertamina sendiri sebelum B30 diterapkan sudah melakukan sejumlah hal sebagai bagian untuk menyikapi langkah ke depan. Persoalan endapan pun, tidak berarti Pertamina akan tutup mata

Jum'at, 31 Januari 2020 14:15 Editor : Ahmad Muzaki
Pertamina Buka Suara Soal B30 Mengendap
Pertamina (Istimewa)

OTOSIA.COM - Penerapan B30 menghadirkan wajah baru bagi industri khususnya yang melibatkan kendaraan niaga berbahan bakar solar. Melalui regulasi ini, para pemakai kendaraan niaga termasuk truk diarahkan untuk mengonsumsi biofuel tersebut.

B30 sendiri merupakan singkatan dari biodiesel 30 persen. Ini artinya 30 persen dari bahan bakar diesel yang digunakan mengandung bahan campuran unsur nabati atau diistilahkan fatty acid methyl ester (FAME).

1 dari 2 Halaman

Niatannya, B30 diusung sebagai bahan bakar baru kendaraan niaga yang menyenangkan banyak pihak dari berbagai sektor di dalam negeri, termasuk masyarakatnya sendiri.

"Everybody happy. Petani sawit happy karena harga sawit naik. Pertamina juga happy karena bisa menurunkan impor untuk solar 30 persen karena yang tiga puluh persen digantikan FAME. Lalu masyarakat juga happy karena kita menggunakan green energy. Jadi semua happy," kata Mas'ud Khamid, Direktur Pemasaran Ritel Pertamina di sela-sela launching program 'Berbagi Berkah MyPertamina 2020' di Jakarta, Kamis (30/1).

2 dari 2 Halaman

Di sisi lain, campuran unsur nabati alias FAME ini berefek menciptakan pengendapan sebab unsur tersebut bagaimanapun disebut-sebut mengandung air, yang secara kimia kemudian bisa berproses menyisakan endapan lantas berpengaruh pada kinerja mesin.

Pertamina sendiri sebelum B30 diterapkan sudah melakukan sejumlah hal sebagai bagian untuk menyikapi langkah ke depan. Persoalan endapan pun, menurutnya, tidak berarti Pertamina akan tutup mata.

"Sebelum B30 ini dijalankan, seluruh pihak terkait sudah dilibatkan baik itu dari sisi customer atau pengguna B30 maupun dari asosiasi. Kalau ada satu-dua, itu adalah bagian dari voice of customer yang nantinya akan kami tindak lanjuti bersama regulator," ujarnya.

BERI KOMENTAR