HOME » BERITA » PERTUMBUHAN KENDARAAN LISTRIK DI INDONESIA BERGANTUNG PADA HAL INI

Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia Bergantung Pada Hal Ini

Satu kebijakan otomotif Pemerintah Indonesia ke depan yang penting adalah pengembangan kendaraan berbasis baterai atau listrik (EV), serta hybrid.

Selasa, 02 Juli 2019 17:15 Editor : Ahmad Muzaki
Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia Bergantung Pada Hal Ini
Ilustrasi mobil listrik (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Satu kebijakan otomotif Pemerintah Indonesia ke depan yang penting adalah pengembangan kendaraan berbasis baterai atau listrik (EV), serta hybrid.

Untuk mendukung kebijakan tersebut pemerintah akan segera mengeluarkan paket kebijakan baru untuk mendukung dunia usaha dengan memberikan fasilitas insentif fiskal berupa tax holiday, tax allowance, serta super deduction tax untuk vokasi dan inovasi.

Menyikapi hal itu, Gaikindo menyatakan bahwa industri otomotif Indonesia memberikan dukungan penuh untuk pemerintah dalam program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Sejumlah pelaku industri otomotif di Indonesia, telah melakukan proyek percontohan untuk kendaraan listrik.

€œPertumbuhan penggunaan kendaraan berbasis EV ini sangat bergantung pada pasar Indonesia, permintaan dapat tumbuh bila penawaran kendaraan EV dapat bersaing dengan kendaraan konvensional,€ ujar Kukuh Kumara Sekretaris Umum Gaikindo

Kukuh juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur pendukung dan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) atau charging station yang membutuhkan waktu juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi.

1 dari 1 Halaman

Pengembangan green fuel

Pertumbuhan Kendaraan Listrik di Indonesia Bergantung Pada Hal IniPengembangan green fuel

Sementara itu perkembangan teknologi kendaraan semakin canggih dan ramah lingkungan, termasuk teknologi bahan bakar. Hal ini memungkinkan kendaraan Internal Combustion Engine (ICE) menggunakan bahan bakar yang tidak berasal dari fosil, yang saat ini ketersediaannya semakin menipis.

Indonesia juga sudah menjadi bagian dari pergerakan ini dengan rencana pemerintah mengembangkan teknologi bahan bakar minyak ramah lingkungan (green fuel), bahan bakar yang berasal dari sumber daya alam nabati, yakni sawit, dari sisi bahan baku penggunaan bio fuel tersebut sangat memungkinkan, karena beberapa daerah di tanah air merupakan penghasil sawit terbesar di dunia.

??Pengembangan green fuel ini disambut baik oleh Gaikindo. Pasalnya, ketersediaan beragam sumber green fuel di Indonesia, dan dari sisi spesifikasi mesin tidak perlu perubahan yang signifikan,? jelas Kukuh.

BERI KOMENTAR