HOME » BERITA » PESEPEDA BANDEL BAKAL DIKENAI SANKSI, BISA SIDANG DI TEMPAT, SITA SEPEDA, ATAU SITA KTP

Pesepeda Bandel Bakal Dikenai Sanksi, Bisa Sidang di Tempat, Sita Sepeda, atau Sita KTP

Pesepeda yang masih bandel tak tertib menggunakan jalur yang tersedia akan dikenai sanksi. Saat ini, Polda Metro Jaya sedang mendiskusikan apa sanksi yang tepat.

Kamis, 03 Juni 2021 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pesepeda Bandel Bakal Dikenai Sanksi, Bisa Sidang di Tempat, Sita Sepeda, atau Sita KTP
Pesepeda bandel akan dikenai sanksi (Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Belakangan, konflik antar pengguna jalan, antara pesepeda dan pemotor atau pemobil kembali marak. Di Jakarta, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuat jalur khusus bagi para pengguna sepeda.

Namun rupanya masih ada pesepeda yang tak tertib. Ditlantas Polda Metro Jaya berencana memberikan sanksi kepada pesepeda yang bandel, tidak menggunakan jalur khusus sepeda yang tersedia.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menerangkan sebenarnya meski sanksi sudah termaktub di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Angkutan Jalan dan Lalu Lintas.

1 dari 3 Halaman

Tapi, untuk penindakan masih perlu dibahas lebih lanjut. Sambodo kemudian mengutip bunyi pada Pasal 299 Juncto Pasal 122.

"Sanksinya kan sudah jelas undang-undang lalu lintas ada Pasal 299 juncto Pasal 122 dendanya Rp100 ribu hanya tinggal masalahnya bagaimana SOP-nya itu yang akan kita bahas," kata dia, Rabu (2/6/2021).

Sambodo menerangkan, aparat kepolisian di bidang lalu lintas dengan aparat penegak hukum lain tentu akan duduk bersama menyusun pedoman dalam menindak pesepeda yang dinilai melanggar Pasal 299. Mengingat, sanksi ini merupakan hal yang baru akan dilakukan di Indonesia.

2 dari 3 Halaman

"Kita akan sama-sama menyusun SOP penindakan terhadap Pasal 299. Karena apa? karena mungkin untuk pertama kali di Indonesia nih melaksanakan penindakan terhadap kendaraan tidak bermotor khususnya sepeda," ucap dia.

Sambodo mengatakan, pedoman itu juga akan mengatur terkait barang yang akan dijaminkan jikalau didapati sebuah pelanggaran pada pesepeda.

"Apakah yang disita nanti sepedanya, apakah yang disita nanti KTP-nya atau cukup sidang di tempat atau bagaimana. Nah tentu ini opsi-opsi yang harus dibicarakan dengan instansi terkait, kejaksaan, pengadilan supaya nanti punya satu persepsi di lapangan seperti apa," ujar dia.

3 dari 3 Halaman

Sambodo menyebut, kemungkinan rapat bersama digelar pekan depan. Saat ini, pihak kepolisian baru sebatas berkomunikasi secara lisan supaya masing-masing perwakilan menyiapkan konsep.

"Sehingga nanti ketika rapat mereka sudah siap dengan konsep masing-masing. Saya pikir satu kali rapat sudah bisa selesai kok itu SOP-nya. Setelah rapat nanti baru kita sosialisasi baru setelah itu penindakan," ucap dia.

Reporter: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR