HOME » BERITA » PIKIRKAN DAMPAK INI JIKA INGIN MENINGGIKAN SHOCK MOTOR UNTUK HARIAN

Pikirkan Dampak ini Jika Ingin Meninggikan Shock Motor untuk Harian

Meninggikan shock dengan bantalan di satu sisi membuat motor terlihat lebih seksi dari belakang, namun efek negatifnya peredam kejut bisa bengkok hingga patah.

Senin, 09 November 2020 08:15 Editor : Nazarudin Ray
Pikirkan Dampak ini Jika Ingin Meninggikan Shock Motor untuk Harian
Ilustrasi shock belakang motor (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Tidak sedikit pemilik motor yang tidak puas terhadap shockbreaker bawaan pabrik. Baik yang merasa terlalu keras, hingga dianggap terlalu tinggi. Ada pula yang ingin meninggikan shock agar motor terlihat seksi jika dilihat dari belakang, ini terutama untuk motor sport.

Tambahan peninggi shock pun menjadi alternatif yang dipilih. Memang motor akan terlihat keren, apalagi jika dipadu dengan ban lebar. Namun, dalam pengaplikasiannya banyak yang salah kaprah.

"Peninggi shock belum tentu cocok untuk harian, karena rapuh dan bentuknya yang tidak proper. Sebab peninggi shock hanya banyak untuk keperluan motor kontes," buka Rafly, mekanik bengkel rumahan di bilangan Palmerah, Jakarta Barat.

1 dari 1 Halaman

Rafly pun menyarankan, lebih baik memilih shock dengan ukuran lebih panjang ketimbang menambah bantalan yang dapat menimbulkan masalah ke depannya.

"Pakai peninggi shock bisa membuat shock motor jadi bengkok. Saat berbelok pun bisa jadi tidak enak, seperti terasa geol dan reborn menjadi tidak nyaman. Apalagi kalau sering dipakai boncengan," tukasnya.

Jika isi kantong tidak cukup untuk menebus shock panjang, ada cara lain yang lebih nyaman untuk meninggikan peredam kejut belakang, yakni mengganti anting shock dengan ukuran lebih panjang.

"Bisa pilih bahan babet yang bagus, termasuk erhatikan juga ukuran antingnya. Karena panjang anting bisa mempengaruhi semuanya, kayak kinerja shock, kenyamanan dan sebagainya," imbuhnya.

 

BERI KOMENTAR