HOME » BERITA » PLN SEBUT PPNBM 0 PERSEN UNTUK MOBIL LISTRIK TAK LAMA LAGI

PLN Sebut PPnBM 0 Persen untuk Mobil Listrik Tak Lama Lagi

PPnBM 0 persen juga berlaku untuk kendaraan dengan kubikasi di atas 1.500cc hingga 2.500cc. Kini PLN juga menyebut PPnBM 0 persen untuk mobil listrik tinggal menunggu waktu.

Rabu, 24 Maret 2021 11:15 Editor : Dini Arining Tyas
PLN Sebut PPnBM 0 Persen untuk Mobil Listrik Tak Lama Lagi
Hyundai Ioniq (Hyundai Indonesia)

OTOSIA.COM - Pemerintah Indonesia terus mendorong dan mengupayakan agar mobil listrik bisa dipakai di Indonesia. Hal itu terlihat dari upaya menghadirkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum hingga yang belakangan ramai adalah menggaet investor untuk bisa mengembangkan baterai dan mobil listrik sendiri.

Sayangnya, meskipun infrastruktur sudah mulai dihadirkan, harga mobil listrik di Indonesia terbilang mahal. Tak ada harga mobil listrik yang di bawah Rp500 juta. Maka itu, pemerintah kini disebut juga akan memberikan insentif pajak mobil listrik baru.

Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Muhammad Ikhsan Asaad, mengatakan salah satu insentif yang akan segera didapatkan mobil listrik adalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen.

"Ini sedang disiapkan sehingga pajak-pajak terkait kendaraan listrik makin di 0 kan, mungkin sebentar lagi ada PPnBM 0 persen," jelas Ikhsan dalam Inspirato Sharing Session Liputan6.com pada Selasa (23/3/2021).

1 dari 3 Halaman

Ikhsan mengatakan, pemerintah terus memberikan berbagai insentif kepada para pemilik mobil listrik. Misalnya, DKI Jakarta yang membebaskan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

"Saya kira dorongan dari pemerintah sangat kuat untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menurunkan emisi (melalui kehadiran kendaraan listrik). Dengan banyaknya stimulus dari pemerintah, maka harga kendaraan listrik akan semakin murah," tuturnya.

Menurut Ikhsan, di luar harga jual mobil, biaya operasional mobil listrik sebenarnya lebih murah daripada dengan BBM. Berdasarkan uji coba PLN, perjalanan mobil listrik dari Jakarta ke Denpasar, Bali, memakan biaya listrik sekira Rp 130 ribu. Sementara jika menggunakan mobil dengan BBM biaya mencapai Rp 1,2 juta.

Satu kali pengisian daya baterai sampai penuh, bisa membuat daya tempuh mobil listrik mencapai 300 kilometer. Ia meyakini ke depan, jarak tempuhnya bisa semakin bertambah seiring dengan kemajuan teknologi mobil dan baterai.

"Kalau sekali charge dengan ultra fast charging 20 sampai 30 menit saja sudah full, kalau yang levelnya medium charging mungkin satu jam," tutur Ikhsan.

2 dari 3 Halaman

Produsen Mobil Listrik Mulai Bangun Pabrik di Indonesia April 2021

(c) Liputan6.com

Sebelumnya, pemerintah tengah mengembangkan industri kendaraan listrik di Tanah Air, bukan hanya baterai tapi juga mobil. Bahkan pada April 2021 akan ada groundbreaking pabrik  mobil listrik di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Mega Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero), Muhammad Ikhsan Asaad. Namun, ia tidak merinci nama perusahaan yang akan membangun pabrik tersebut.

"Akan mulai ada groundbreaking pabrik mobil listrik di Indonesia. Sekarang dalam rangka finalisasi, sehingga kita harapkan pada awal April atau pertengahan April 2020 sudah ada salah satu produsen yang akan membuat pabrik mobil listrik di Indonesia," kata Ikhsan dalam Inspirato Sharing Session Liputan6.com pada Selasa (23/3/2021).

3 dari 3 Halaman

Selain pabrik mobil listrik, pemerintah saat ini tengah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik secara terintegrasi dari hulu sampai hilir. Salah satu modal utama RI yaitu pasokan sumber daya alam yang melimpah yaitu nikel dan kobalt.

Dijelaskan Ikhsan, sekitar 40 - 50 persen komponen mobil listrik ada pada baterai. Hal tersebut membuat harga jual baterai mahal, sehingga Indonesia bisa memanfaat pasokan nikel yang melimpah sebagai salah satu bahan baku pembuatan baterai tersebut.

Holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baterai yaitu Indonesia Battery Corporation juga telah bekerja sama dengan dua hingga tiga perusahaan besar dunia untuk produksi baterai. Dua diantaranya sedang dalam tahap finalisasi.

"Kita akan bikin pabrik baterai di Indonesia. Kita bikin dulu pabrik baterainya, karena 40 persen komponen mobil listrik itu adalah baterai. Nanti dengan mudah kita bangun industrinya di Indonesia," jelasnya.

Reporter: Andina Librianty

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR