HOME » BERITA » POLDA METRO JAYA BAKAL KANDANGKAN KENDARAAN YANG LANGGAR LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021

Polda Metro Jaya Bakal Kandangkan Kendaraan yang Langgar Larangan Mudik Lebaran 2021

Jangan main-main, polisi akan kandangkan kendaraan yang nekat mudik Lebaran 2021

Senin, 19 April 2021 13:15 Editor : Ahmad Muzaki
Polda Metro Jaya Bakal Kandangkan Kendaraan yang Langgar Larangan Mudik Lebaran 2021
Ilustrasi polisi periksa pemudik (merdeka.com/Arie Basuki)

OTOSIA.COM - Sebagai upaya pencegahan mudik Lebaran 2021, Ditlantas Polda Metro Jaya akan memberikan sanksi tegas untuk pelanggar, termasuk jasa travel gelap. Tak tanggung-tanggung, kendaraan yang tertangkap akan dikandangkan hingga masa pelarangan mudik berakhir.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengaku, pihaknya akan menyiapkan 31 pos pengamanan yang tersebar di beberapa ruas jalan tol, arteri, dan jalur tikus untuk menghalangi para pemudik.

Selama penerapan larangan mudik, petugas yang ditempatkan di posko pengamanan bakal memfilter kendaraan yang keluar-masuk selama 24 jam nonstop.

"Kami jaga selama 14 hari, 24 jam nonstop," kata dia di Bekasi, Sabtu (17/4/2021).

1 dari 2 Halaman

Sambodo menyampaikan, kendaraan yang kedapatan melanggar kebijakan larangan mudik akan diberikan sanksi dengan putar balik.

"Nanti di sini ada posnya , semua yang lewat akan kita periksa, kalau dia nggak punya SIKM kita putar balik," ucap dia.

"Kalau kendaraan pribadi yang digunakan memungut bayaran berarti itu namanya travel gelap ada Pasalnya 308 UULAJ. Kalau kendaraan yang tidak digunakan untuk peruntukannya misalnya kendaraan truk untuk ngangkut orang itu Pasal 303 UULAJ. Kendaraan barang untuk ngangkut penumpang. Semua penindakan itu akan kita sita kendaraannya dan baru kita pulangkan setelah 17 Mei 2021," papar dia.

2 dari 2 Halaman

Berkoordinasi dengan Dishub

Oleh karena itu, Ditlantas berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat untuk menindak tegas perusahaan travel yang tetap nekat beroperasi selama pelarangan mudik Lebaran 2021.

"Kalau misalnya dia usaha yang beriizin misalnya bus kan sudah dibilang tidak boleh jalan tapi dia jalan itu ada sanksi dari Dinas Perhubungan. Apa sanksi dari teguran atau pencabutan atau sanksi lain" tandas dia.

Penulis: Ady Anugrahadi

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR