HOME » BERITA » POLISI GUNAKAN SOUND METER UNTUK DETEKSI SUARA KNALPOT, MASIH BERANI PAKAI KNALPOT BISING?

Polisi Gunakan Sound Meter untuk Deteksi Suara Knalpot, Masih Berani Pakai Knalpot Bising?

Satlantas Polres Solo kini akan mendeteksi suara knalpot yang dianggap tidak standar menggunakan sound meter.

Kamis, 23 Juli 2020 12:15 Editor : Dini Arining Tyas
Polisi Gunakan Sound Meter untuk Deteksi Suara Knalpot, Masih Berani Pakai Knalpot Bising?
Polisi sita motor pakai knalpot brong di Probolinggo (Ilustrasi/Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pengguna knalpot tidak standar dengan suara yang bising masih sering ditemui. Padahal kepolisian tak segan menilang mereka karena menyalahi aturan.

Nah, suara knalpot yang dianggap tak standar itu selama ini hanya dideteksi dari pendengaran saja. Sehingga banyak sepeda motor dengan knalpot tak standar lolos dari pantauan polisi.

Melihat hal tersebut, Satlantas Polresta Solo saat ini memiliki alat ukur tingkat kekerasan suara knalpot. Miliki nama sound meter, polisi dapat menghitung dengan tepat apakah sepeda motor menggunakan knalpot standar atau nonstandar.

"Akan segera kami gunakan alat itu, sementara kami uji coba knalpot standar dulu baru nonstandar," kata Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai dilansir NTMC Polri, Rabu (22/7/2020).

1 dari 3 Halaman

Sudah Diuji Coba

Selain itu, Kasatlantas Polresta Solo Kompol Afrian Satya Permadi mengatakan, uji coba sound meter telah digelar di Mako Satlantas Polresta Solo.

Menurutnya, sound meter bekerja mengukur suara knalpot dengan standar ukuran desibel. Beberapa bulan terakhir kepolisian di kota Solo masif menggelar razia knalpot. Hal ini dilakukan karena razia lebih pada penindakan kasat mata.

Setelah kajian selesai, kepolisian akan memiliki dan mengetahui acuan desibel suara. Mendukung hal ini, kepolisian juga meggandeng Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan akademisi UNS Solo.

2 dari 3 Halaman

NTMC Polri

Meski sudah memiliki aturan standar kendaraan bermotor, kajian mengenai desibel menjadi penunjang lain saat kepolisian bertugas di lapangan.

"Nanti ada yang bertugas untuk mengecek desibel suara. Lalu kami memerlukan pendapat akademisi serta dampak bagi lingkungan dan masyarakat. Ini nanti juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang dampak knalpot brong," ujar Afrian.

3 dari 3 Halaman

Hanya untuk Balap

Sebelumnya, Satlantas Polresta Solo menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait penggunaan knalpot brong di Kota Solo. Selama sebulan, Polresta Solo berhasil menyita 47 knalpot brong bernilai puluhan juta rupiah.

Menurut Kompol Afrian, penjualan knalpot hanya boleh dilakukan untuk keperluan kontes maupun balap.

"Harganya bervariasi ada yang ratusan ribu rupiah sampai lima juta rupiah. Pengguna kendaraan yang tertangkap kami tilang dan sita kendaraan untuk diganti dengan knalpot standar," tuturnya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR