HOME » BERITA » POLISI KOMENTARI GANJIL GENAP ASIAN GAMES DITERAPKAN LAGI

Polisi Komentari Ganjil Genap Asian Games Diterapkan Lagi

Pihak Polda Metro Jaya angkat bicara terkait munculnya wacana akan diberlakukan kembali sistem ganjil genap seperti saat gelaran Asian Games 2018 lalu.

Jum'at, 12 Juli 2019 14:45 Editor : Cornelius Candra
Polisi Komentari Ganjil Genap Asian Games Diterapkan Lagi
Kemacetan Jakarta (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Kemacetan Jakarta sampai saat ini masih belum ditemukan solusinya. Bahkan, sempat ada wacana penerapan gajil genap seperti saat gelaran Asian Gams diberlakukan kembali dari pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Dijelaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, pihaknya tengah mengkaji wacana tersebut.

"Kalau memang itu mengurangi kemacetan dan memang sudah diteliti oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kita oke saja," ujar Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, seperti dilansir Liputan6.com, ditulis Jumat (12/7/2019).

Lanjut Argo, jika keputusan aturan ganjil genap tersebut berada di Pemprov DKI Jakarta. "Yang punya (kebijakan) kan di sana (Pemprov DKI Jakarta)," kata Argo.

Sebelumnya, Kepala BPTJ, Bambang Prihartono mengusulkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan agar peraturan ganjil genap kendaraan di Jakarta kembali diberlakukan seperti saat Asian Games 2018. Sebab, hasil evaluasi BPTJ kondisi jalanan di Jakarta menunjukkan kinerja lalu lintas Ibu Kota sedang menurun.

1 dari 1 Halaman

Kondisi Mendesak

Polisi Komentari Ganjil Genap Asian Games Diterapkan LagiKondisi Mendesak

"Contohnya sekarang tiap pagi kemacetan di Tol Cawang menuju Semanggi itu ekornya sudah sampai Cibubur. Kemudian contra flow sampai jam 09.00 WIB sudah diperpanjang sampai jam 10.00 WIB. Memang kemacetan sudah parah. Kita sudah harus antisipasi," ujar Bambang saat dihubungi, Rabu 10 Juli 2019.

Bambang menegaskan, kondisi yang sudah mendesak seperti saat ini harus segera diatasi. Sebab, berdasarkan studi Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) tahun 2019, pergerakan masyarakat di Jabodetabek sudah mencapai 100 juta orang per hari.

Padahal, tiga tahun lalu angka tersebut baru mencapai 50 juta orang perhari. Bambang menegaskan, kebijakan ganjil genap ini juga bukanlah sesuatu hal yang baru sehingga tentunya masyarakat dengan mudah kembali menerima.

Apalagi, karena masyarakat sudah pernah merasakan dampak baik dari kebijakan tersebut.

"Oleh karena itu BPTJ bicara transportasi memang bukan gubernur saja. Semualah, ada 3 gubernur, 8 bupati atau wali kota, termasuk BPTJ. Oleh karena itu BPTJ berdasarkan latar belakang tadi mengusulkan kebijakan yang sudah pernah kita coba," jelasnya.

"Jadi ya sudah, kita laksanakan persis sama seperti Asian Games 2018. Itu kira-kira ceritanya," dia mengakhiri.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR