HOME » BERITA » POLISI PEMBERONDONG HONDA CITY LUBUKLINGGAU, AKANKAH DAPAT SANKSI?

Polisi Pemberondong Honda City Lubuklinggau, Akankah Dapat Sanksi?

Kamis, 20 April 2017 11:15

Polisi Pemberondong Honda City Lubuklinggau, Akankah Dapat Sanksi?
AKBP Hajat Mabrur Bujangga (foto: Merdeka.com)
Editor : Fajar Ardiansyah

Otosia.com - Peristiwa penembakan yang terjadi di Lubuklinggau, Sumatera Selatan 18 April 2017 yang lalu tak cuma menyisakan bekas luka pada keluarga yang menggunakan Honda City tersebut. Tapi juga menyisakan pertanyaan, apakah motivasi dari petugas polisi tersebut?

Disebutkan bahwa alasan Honda City dengan plat BG 1488 ON yang belakangan diketahui ternyata menggunakan plat bodong, tak afirmatif saat dilakukan razia. Mobil yang memuat Diki (30), Dewi (35), Indra (33), Novianti (30) serta satu orang tutup usia bernama Surini (54) kabur saat ada razia tersebut.

Diki yang juga tak memiliki SIM langsung memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, dan tetap tak mau menurunkan kecepatannya sekalipun kondisi sudah mulai mencekam dengan kejaran polisi hingga terjadilah penembakan oleh Brigadir K.

Dari pemantauan Merdeka.com lewat konfirmasinya kepada AKBP Hajat Mabrur Bujangga disebutkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Brigadir K tersebut diakuinya adalah tindakan yang salah. Tindakan yang bisa diambil kepada Brigadir K beragam, termasuk di antaranya adalah sanksi pidana dan pemecatan.

Selain tak seharusnya Brigadir K bertindak sejauh itu, disebutkan juga bahwa senjata yang dipergunakan oleh Brigadir K, yakni laras panjang V2 bukanlah senjata yang biasa digunakan untuk razia surat dan kelengkapan dalam berkendara.

"Kita akui ada kesalahan yang dilakukan oleh anggota yang melakukan penembakan, diduga ada unsur kelalaian," kata Hajat, Rabu (19/4).

 (kpl/fjr)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2017-12-14
detail

BERITA POPULER