HOME » BERITA » POLISI SELIDIKI PERUSAKAN MOBIL SAAT DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA DI BANDUNG

Polisi Selidiki Perusakan Mobil Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung

Polisi selidiki perusakan mobil COVID-19 hunter oleh massa yang demo penolakan UU Cipta Kerja

Rabu, 07 Oktober 2020 21:15 Editor : Ahmad Muzaki
Polisi Selidiki Perusakan Mobil Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bandung
Demo UU Cipta Kerja di Bandung (Merdeka.com/Aksara Bebey)

OTOSIA.COM - Demo penolakan UU Cipta Kerja terus berlangsung. Bahkan unjuk rasa di Kota Bandung pada Selasa (6/10) kemarin sempat terjadi kericuhan. Mobil COVID-19 hunter dirusak oleh massa.

Polisi pun melakukan penyelidikan perusakan kendaraan tersebut. Di luar kasus tersebut, polisi telah mengamankan sembilan orang yang diduga terlibat dalam kericuhan.

Melansir Merdeka.com, dalam demo kemarin, satu mobil polisi dirusak beberapa orang yang diduga massa. Peristiwa itu terjadi sekira pukul 18.30 ketika suasana memanas saat polisi hendak membubarkan massa.

Demo sempat diwarnai blokade Jalan Pasupati, Kota Bandung dan perusakan taman di Cikapayang, Dago. "Ini sedang kita dalami dan selidiki, mobil sudah kita tarik dan perbaiki," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A. Chaniago di Mapolrestabes Bandung, Rabu (7/10).

1 dari 3 Halaman

Terkait demo ricuh tersebut, polisi pun telah mengamankan sembilan orang. Mereka nantinya akan digali keterangannya serta keterlibatannya.

?Sedang didalami dari Polrestabes, jadi masyarakat tidak usah khawatir lagi sekarang kota Bandung sudah dalam keadaan kondusif. Ada sembilan totalnya. Ini akumulasi dari tadi malem jadi ada beberapa yang diamankan,? pungkasnya.

2 dari 3 Halaman

Sementara itu, Ketua Konfe?derasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jabar Roy Jinto menegaskan buruh yang berunjuk rasa di Kota Bandung pada Selasa (6/10), tidak terlibat kerusuhan.

"Kami tegaskan bahwa kami sudah bubar sejak pukul 16.00 WIB. Kami klarifikasi, aksi kerusuhan kemarin bukan dilakukan buruh. Tidak ada komunikasi dengan gerakan lain,?.

3 dari 3 Halaman

Aksi penolakan UU Omnibus Law masih terus berlangsung hingga Kamis 8 Oktober 2020 besok. Rencananya, hari ini buruh di Kota Bandung akan beraudiensi dengan Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Kami tidak punya kepentingan lain, hanya menolak Omnibus Law dibatalkan," pungkasnya.

BERI KOMENTAR