HOME » BERITA » POLISI SITA MOBIL MEWAH GARA-GARA PELAPIS JOK PAKAI KULIT BUAYA

Polisi Sita Mobil Mewah Gara-Gara Pelapis Jok Pakai Kulit Buaya

Rolls-Royce yang diimpor dari Rusia ke Roma disita polisi. Pasalnya, mobil mewah tersebut menggunakan pelapis jok dan setir dari kulit buaya.

Kamis, 03 Juni 2021 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Polisi Sita Mobil Mewah Gara-Gara Pelapis Jok Pakai Kulit Buaya
Rolls-Royce yang pakai pelapis kulit buaya (Corriere Fiorentino via Carbuzz)

OTOSIA.COM - Kustom material komponen pada mobil mewah bukan hal baru. Biasanya, konsumen yang membeli mobil mewah memang diberi keleluasaan untuk memilih jenis material atau warna pada beberapa komponen mobil.

Hal ini termasuk dilakukan oleh pabrikan mobil mewah asal Inggris, Rolls-Royce. Bagi para konsumen Rolls-Royce, harga bukan lah masalah.

Maka jangan heran jika melihat harga mobil mewah yang bahan-bahannya disesuaikan dengan keinginan pemiliknya. Tapi sayangnya, pemilik Rolls-Royce ini keterlaluan, karena melanggar aturan.

1 dari 2 Halaman

(c) Corriere Fiorentino via Carbuzz

Dilansir dari Carbuzz, media Italia Corriere Fiorentino melaporkan bahwa Rolls-Royce yang diimpor dari Rusia kini bermasalah dengan pihak berwenang. Mobil itu disita setelah bea cukai dan korps khusus Guardia di Finanzia di Livorno, menemukan bahwa mobil tersebut menggunakan kulit buaya langka untuk pelapis jok dan beberapa komponen lainnya.

Mobil itu dikabarkan sedang dikirim ke dealer di Roma untuk dijual kembali. Tapi saat ini mobil mewah itu telah disita dan importirnya dikenai denda EUR 20.000 atau setara Rp 418 jutaan (Kurs EUR 1 = Rp 17.431).

Pengadilan juga memutuskan bahwa importir bisa mengambil kembali mobil tersebut setelah kulit buaya yang dipakai di mobil tersebut dilepas. Importir juga mungkin bisa mendaftarkan ulang mobil tersebut lalu menjualnya.

 

2 dari 2 Halaman

CITES 1975

(c) Corriere Fiorentino via Carbuzz

Tak disebutkan siapa yang memasang kulit buaya tersebut. Kemungkinan baesar dilakukan oleh toko aftermarket di Rusia yang melakukan modifikasi. Tapi jelas apa yang dilakukan itu melanggar aturan.

Sebagai informasi, buaya adalah spesies yang dilindungi di bawah Konvensi Washington tentang perlindungan spesiae, sebuah perjanian internasional yang melarang komersialisasi spesies yang dilindungi atau barang yang dibuat dari spesies tanpa izin eksplisit.

Perjanjian multilateral itu bertujuan untuk melindungi tumbuhan dan hewan yang terancam punah dan juga dikenal sebagai Konvensi Perdagangan Internasional Spesies Terancam Punah atau disingkat CITES. Konvensi tersebut sudah mulai berlaku sejak tahun 1975.

BERI KOMENTAR