HOME » BERITA » POLISI: WARGA BOLEH MUDIK, ASAL PUNYA SURAT URGENSI DARI KELURAHAN

Polisi: Warga Boleh Mudik, Asal Punya Surat Urgensi dari Kelurahan

Polisi mengizinkan warga untuk mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) dengan satu syarat.

Rabu, 29 April 2020 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Polisi: Warga Boleh Mudik, Asal Punya Surat Urgensi dari Kelurahan
Pos pengawasan mudik di Cigombong, Bogor (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Meski kini mudik Lebaran 2020 sedang dilarang, tapi warga masih bisa mendapatkan kesempatan untuk mudik. Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan jika ingin mudik di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Dilansir dari Liputan6.com, warga harus memiliki surat keterangan urgensi yang ditandatangani oleh lurah setempat. Dalam surat urgensi itu, warga yang diperbolehkan mudik karena berbagai alasa. Seperti keluarganya sakit atau meninggal dan istrinya hendak melahirkan.

"Keluarganya sakit, meninggal, tapi tunjukkan surat enggak masalah mudik. Cukup foto aja bener enggak keluarganya sakit," jelas Kakorlantas Polri, Irjen Setiono melalui laman resmi Divisi Humas Polri, Selasa (28/4/2020).

1 dari 2 Halaman

Istiono mengatakan tanpa alasan tersebut, pihaknya bakal menindak tegas para pemudik dengan memutarbalikkan ke rumah masing-masing. Bila alasan lain karena tidak punya pekerjaan, Polri akan mendata dan langsung memberikan bantuan sosial.

"Lagi disisir masyarakat yang tak punya pekerjaan kemudian tak kebagian bansos gimana, di wilayah paling ujung termasuk Polri menyiapkan 25 ton beras di sana bagi masyarakat yang kelaparan. Polri akan proaktif memberikan bantuan ke masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, Istiono mengatakan Polri juga akan memeriksa setiap kendaraan yang lewat di titik-titik penyekatan. Hal itu guna mengantisipasi adanya pemudik yang ?ngumpet? di truk dan lain sebagainya.

"Macam-macam modusnya. Ada yang naik truk, kontainer macem-macem. Kita periksa. Saya takutnya mereka lemas kekurangan oksigen. Kedua nyuri pakai truk kontainer kemudian tertular Covid-19 sangat bahaya dan menularkan saudara di kampung," katanya.

2 dari 2 Halaman

Istiono menambahkan selama 4 hari pelaksanaan operasi ketupat 2020, jumlah warga yang mudik terus berkurang. Hal itu menandakan kesadaran masyarakat untuk menunda mudik cukup tinggi.

"Jalur keluar kota khususnya yang mudik dari Jakarta menuju Jawa maupun Jakarta menuju Sumatera itu sudah berkurang jauh. Titik-titik tertentu yang masih ramai aktivitasnya adalah wilayah PSBB yang memang berlaku di daerahnya masing-masing. Ini tentunya atas pertimbangan kapolda masing-masing untuk mengelola kamseltibcarlantas di wilayah ini," tandasnya.

BERI KOMENTAR