HOME » BERITA » POTENSI MOBIL 2.500 CC KE ATAS BAKAL KECIPRATAN PPNBM NOL PERSEN, SUDAH KETOK PALU?

Potensi Mobil 2.500 cc ke Atas Bakal Kecipratan PPnBM Nol Persen, Sudah Ketok Palu?

Presiden Jokowi arahkan Menperin untuk memperluas relaksasi PPnBM mobil baru

Selasa, 16 Maret 2021 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Potensi Mobil 2.500 cc ke Atas Bakal Kecipratan PPnBM Nol Persen, Sudah Ketok Palu?
Ilustrasi mobil baru (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Dalam pertemuannya dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita pada Senin (15/3) kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar program relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil baru diperluas. Arahan ini disampaikan Presiden ketika menerima Menperin dalam kaitan laporan kunjungan kerja ke Jepang.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian serta Kementerian Keuangan akan membahas kemungkinan perluasan dan pendalaman program tersebut.

"Formulasi perluasan dan pendalaman akan didasari oleh kenaikan tingkat kapasitas silinder kendaraan dikombinasikan dengan local purchase, atau hanya didasari local purchase, dan kemungkinan perubahan time frame-nya," ujar Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (16/3).

1 dari 2 Halaman

Dia menyebut, hal ini diperlukan karena ada jenis kendaraan yang kapasitas silindernya di atas 1.500 cc dan memiliki local purchase tinggi (di atas 50-60 persen) yang belum menikmati kebijakan relaksasi ini. "Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan," katanya.

Sebelumnya, Presiden menyampaikan keinginan agar kendaraan bermotor (KBM) roda empat dengan kapasitas 2.500 cc juga bisa mendapatkan insentif pajak dalam masa pandemi ini, asalkan memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 70 persen.

"Selain itu, Pemerintah menyambut baik animo masyarakat dalam menikmati fasilitas relaksasi ini, terbukti dengan kenaikan tingkat purchase order sebesar 140,8 persen per 12 Maret 2021, setelah ada relaksasi PPnBM kendaraan bermotor," sebut Menperin. Untuk itu, pemerintah meminta agar produsen meningkatkan utilisasi, agar bisa cepat melayani permintaan konsumen yang jauh meningkat ini.

2 dari 2 Halaman

Berjalan Sejak 1 Maret

Kebijakan relaksasi PPnBM yang mulai berjalan sejak 1 Maret 2021 diberikan untuk segmen KBM roda empat segmen sedan dan 4x2 dengan kapasitas mesin di bawah 1500 cc, diproduksi di dalam negeri, serta harus memenuhi persyaratan pembelian lokal (local purchase) yang meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal dari hasil produksi dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen.

Kebijakan ini sendiri bakal diberlakukan hingga akhir tahun 2021. Pemberiannya pun dilakukan secara bertahap, yakni dari diskon pajak 100 persen pada Maret-Mei, 50 persen di bulan Juni-Agustus, dan diskon pajak 25 persen pada Oktober-Desember 2021.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR