HOME » BERITA » PPKM DARURAT DI IBUKOTA, BANYAK PENGENDARA MEMAKSA LEWAT DAN MENCOBA MENGECOH PETUGAS

PPKM Darurat di Ibukota, Banyak Pengendara Memaksa Lewat dan Mencoba Mengecoh Petugas

Pada hari ketiga PPKM Darurat di Ibukota, masih ada sejumlah pengendara memaksa melintas dan mencoba mengelabui petugas agar diizinkan lewat.

Senin, 05 Juli 2021 17:45 Editor : Nazarudin Ray
PPKM Darurat di Ibukota, Banyak Pengendara Memaksa Lewat dan Mencoba Mengecoh Petugas
Polisi memberi arahan kepada pemotor wanita (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali sudah diterapkan sejak 3 Juli 2021 lalu. Namun, mobilitas warga Ibu Kota di jalan raya masih tetap tinggi. PPKM Darurat sendiri baru akan berakhir apda 20 Juli 2021 mendatang.

Pada Senin (5/7/2021), tampak aktivitas warga Jakarta seperti tak terpengaruh dengan aturan PPKM Darurat. Dari pantauan Otosia.com di sejumlah titik di Jakarta, volume kendaraan pada hari ketiga PPKM Darurat jauh lebih padat ketimbang saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pertama di Ibu Kota.

Misalnya, jika pada hari pertama dan kedua PSBB pertama lalu pada tahun 2020, volume kendaraan roda empat yang melintas di jalan Jenderal Sudirman, mulai arah Bundaran HI hingga ke Bundaran Senayan sekitar 6 mobil per menitnya, maka saat PPKM Darurat jumlahnya bisa tiga kali lipat saat siang hari.

1 dari 3 Halaman

Begitu juga sepeda motor. Jika PSBB lalu sekitar 9 unit sepeda motor yang melintas per menitnya, saat PPKM Darurat bisa mencapai 20 motor tiap menit.

Anggota Marinir menghalau pemotor yang mencoba lewat di depan Sarinah

Situasi kepadatan melebihi PSBB pertama juga terpantau di jalan S Parman Slipi arah Grogol, Jakarta Barat,  jalan Gajah Mada - Hayam Wuruk, jalan Ahmad Yani Bypass maupun di jalan Yos Sudarso arah Tanjung Priok, jalan Letjen Soeprapto, hingga jalan Rasuna Said Kuningan.

Sementara banyak pengendara yang belum mengetahui sejumlah ruas jalan telah ditutup. Bahkan sebagian mencoba mamaksa melewatinya kendati telah dihadang petugas. Setelah diberi pengertian dan informasi jalan alternatif oleh polisi, beberapa pengendara akhirnya putar arah.

2 dari 3 Halaman

Kendati demikian, dari pantauan Otosia.com di jalan Merdeka Barat, jalan Thamrin, hingga Bundaran Senayan, sejumlah kendaraan diizinkan melintas. Misalnya kendaraan pejabat pemerintahan, ambulans, TNI maupun Polri.

Bahkan, seperti terpantau di jalan MH Thamrin, tepatnya di depan Sarinah, beberapa driver ojol diizinkan petugas untuk melintas karena keperluan mengantar barang. Begitu juga beberapa kendaraan-kendaraan pengangkut barang. Sebagian diantaranya diperkenankan masuk.

Petugas memberhentikan pengendara Vespa yang mencoba melintas

"Tadi saya bilang ke bapak Marinir yang jaga, bahwa saya mau anter orderan barang di sebelah Sarinah. Saya dikasih izin. Kalau cuma lewat saja mungkin tidak dikasih jalan," kata Heru, salah satu driver ojol.

3 dari 3 Halaman

Tidak sedikit pengendara yang mencoba mengelabui petugas dengan berbagai macam alasan agar bisa lewat. Namun petugas tetap bersikukuh dan tegas melarang. Pada akhirnya pengendara yang mencoba mengecoh petugas terpaksa harus gigit jari dan putar balik.

"Ada yang coba maksa juga. Alasannya macam-macam. Tapi tetap kami beri pengertian dan kami arahkan mencari jalan alternatif," ujar salah satu petugas yang berjaga di kawasan jalan MH Thamrin.

BERI KOMENTAR