HOME » BERITA » PPKM LEVEL 4: SHOWROOM, BENGKEL DAN KONSUMEN DIMINTA TETAP DISIPLIN

PPKM Level 4: Showroom, Bengkel dan Konsumen Diminta Tetap Disiplin

Saat pandemi masih berlangsung dealer, bengkel maupun konsumen tetap diminta untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Rabu, 28 Juli 2021 14:15 Editor : Nazarudin Ray
PPKM Level 4: Showroom, Bengkel dan Konsumen Diminta Tetap Disiplin
Ilustrasi servis di bengkel (Carfix)

OTOSIA.COM - Tekanan ekonomi masih terasa akibat pandemi COVID-19. Kasus yang tak kunjung mereda, membuat peraturan PPKM Level 4 terus diperpanjang hingga 2 Agustus 2021.

Banyak industri termasuk otomotif yang harus tarik 'rem keras' saat ini. Pengamat industri otomotif sekaligus mantan petinggi sejumlah brand di Tanah Air, Bebin Djuana mengungkapkan bahwa para pelaku industri otootif tak boleh menyerah.

Menurutnya, banyak layanan dan fasilitas otomotif yang memiliki peran penting untuk perputaran roda ekonomi, termasuk showroom dan bengkel.

1 dari 3 Halaman

"Kalau konsumen sampai sudah datang ke showroom, dari sisi industrinya sudah terlihat 75% akan deal. Sayang kan kalau kesempatan itu terbang begitu saja. Menghadirkan konsumen ke showroom itu suatu usaha tidak main-main," ujarnya dalam diskusi virtual soal dampak PPKM terhadap industri aftermarket belum lama berselang.

Begitu pula untuk bengkel. Peran bengkel khususnya toko suku cadang alias spare part memberikan daya hidup lebih panjang bagi pengguna kendaraan bermotor. Mereka dibutuhkan alih-alih juga tetap membuat roda ekonomi berputar.

"Bayangkan tokonya masih jalan, pabriknya sudah berhenti. Pabriknya gak bikin, tapi sparepart-nya jalan," kata dia.

 

2 dari 3 Halaman

Menurutnya kini persoalan ini hanya tinggal kedisipinan. Dia menekankan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana prokes benar-benar dijalankan.

"Kalau showroom segitu dianggap hanya boleh menerima 5 orang, ya udah disiplin 5 orang. Sekarang jaga jarak 2 meter ya 2 meter. Ruang showroom karena tertutup AC dan sebagainnya dirasakan berisiko tinggi virus, mobilnya keluarin, taruh di halaman. Kalau serius, kepanasan tidak keberatan dong," kata dia.

Begitu juga urusan bengkel, sampai ke toko sparepart. Masalah besar adalah disiplin, tidak dijaga dan dibudayakan sejak kecil. Bebin bercerita suatu kali dirinya punya kepentingan ke bengkel karena kendaraan perlu perbaikan walaupun saat itu dia WFH.

3 dari 3 Halaman

"Nanti ketika kantor buka, masa baru ke bengkel. Tapi supaya tidak mencelakakan bengkel, saya harus disiplin, bengkel juga demikian," ujarnya.

Setelah selesai perawatan, mobilnya pun disinfektan. Suka-tidak suka, menurutnya, semua proses ini harus dijalankan.

"Susahnya kembali ke diri kita, mampu tidak kita menjaga keselamatan orang lain pada saat menjaga diri sendiri. Kuncinya disiplin. Kalau sama-sama disiplin, presentase terpaparnya kecil sekali," pesannya.

BERI KOMENTAR