HOME » BERITA » PREDIKSI HARGA MOBIL LCGC JIKA PAJAK NAIK 3 PERSEN

Prediksi Harga Mobil LCGC Jika Pajak Naik 3 Persen

Mobil LCGC akan dikenai pajak 3 persen mulai 2021 mendatang. Kemungkinan akan mengalami kenaikan harga Rp3,6 juta.

Sabtu, 02 November 2019 18:15 Editor : Dini Arining Tyas
Prediksi Harga Mobil LCGC Jika Pajak Naik 3 Persen
Daihatsu Ayla SE (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 akan berlaku mulai 16 Oktober 2021 mendatang. Dalam aturan tersebut, Pajak Penyesuaian Atas Barang Mewah (PPnBM) mobil murah ramah lingkungan Low Cost Green Car (LCGC) akan terkena pajak 3 persen.

Aturan konsumsi bahan bakar sesuai peraturan untuk LCGC tidak berubah. Masih 20 kilometer per liter dengan spesifikasi tambahan, CO2 yang dihasilkan 120 gram per kilometer.

Sebelumnya, LCGC dinilai spesial karena PPnBM yang tertuang dalam PP No 41 tahun 2013 menyebut mobil yang masuk dalam kategori ramah lingkungan itu tak dibebani pajak.

1 dari 2 Halaman

Menmberatkan Konsumen

Prediksi Harga Mobil LCGC Jika Pajak Naik 3 PersenMenmberatkan Konsumen

Menanggapi hal tersebut, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Amelia Tjandra mengatakan, hal tersebut kemungkinan akan memberatkan konsumen sehingga menunda terlebih dahulu saat ini membeli mobil.

"Tiga persen ini akan diberlakukan 2 tahun setelah bulan Oktober 2019. Artinya nanti 2021 waktu customer membeli LCGC tidak lagi nol persen pajaknya tapi tiga persen. Mereka pasti akan mendapatkan kenaikan haga karena kenaikan pajak," katanya.

"Kalau konsumen punya daya beli dan membutuhkan mobil tentu saja mereka akan tetap beli. Tetapi kalau daya belinya tidak ada dan kenaikan ini membuat mereka lebih berat, pasti akan terjadi penundaan sampai mereka mampu akan membelinya," ujar Amel di Sunter, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

2 dari 2 Halaman

Prediksi Naik Rp3,6 Juta

Prediksi Harga Mobil LCGC Jika Pajak Naik 3 PersenPrediksi Naik Rp3,6 Juta

Saat disinggung berapa kenaikan yang akan diterima LCGC setelah dibebankan pajak 3 persen, Amel menyebut rata-rata harga mobil LCGC saat ini Rp120 juta. Dihitung dari nilai tersebut kemungkinan akan ada kenaikan Rp3,6 juta.

"Tapi 80 persen pembeli Daihatsu itu kredit, kalau dikreditkan kenaikan Rp3,6 juta dibagi 5 tahun menjadi 60 ribu. Enggak terlalu besar. Kalau mereka kredit dengan kenaikan ini rasanya masih bisa ditanggung," ujar Amel.

Amel juga menegaskan hal tersebut bukan lagi menjadi tanggung jawab APM karena pihaknya tidak mendapat keuntungan dan kerugian terkait kenaikan pajak.

"Ini bukan permasalahan APM tapi customer yang akan dikenakan pajak. Sebagai pemain Daihatsu tidak dapat kerugian atau keuntungan. Karena lebih ke arah penarikan pajak oleh pemerintah. APM enggak bisa ngapa-ngapain, kami ikut saja," tuturnya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR