HOME » BERITA » PREMIUM PUNAH GARA-GARA PERTALITE?

Premium Punah Gara-gara Pertalite?

Selasa, 20 Februari 2018 17:15 Editor : Fitradian Dhimas
Foto Ilustrasi: Merdeka.com

OTOSIA.COM - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumatera Bagian Selatan, menyatakan hingga saat ini belum ada kebijakan pemerintah yang menghapus bahan bakar minyak jenis Premium, meskipun masyarakat sudah beralih dari bahan bakar jenis tersebut. Saat ini, masyarakat diklaim sudah banyak memilih Pertalite sehingga pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 'malas' menjual Premium.

"Jadi memang dari segi pengusahanya itu lebih memilih menjual Pertalite karena lakunya juga kencang, sehingga mereka tidak mau kalau balik jual Premium lagi," kata General Manager Pertamina General Manager Pertamina MOR II, Erwin Hiswanto, seperti dikutip dari Antara di Jambi.

Pihaknya tidak menampik jika sejumlah SPBU sudah tidak menjual jenis Premium dan lebih banyak menjual bahan bakar yang memiliki kualitas kadar Research Octane Number (RON) yang lebih tinggi seperti Pertalite dan Pertamax series.

"Soal SPBU yang tidak menjual Premium itu karena biasanya tidak punya tanki tambahan. Dan SPBU juga ada yang memilih menjual Pertalite karena untungnya lebih besar karena sekarang masyarakat sudah banyak yang beralih ke Pertalite," katanya.

Menurut dia, saat ini untuk jenis kendaraan yang masih banyak menggunakan jenis Premium didominasi oleh angkutan umum. Sedangkan, untuk kendaraan pribadi lebih banyak beralih ke bahan bakar jenis Pertalite dan Pertamax.

"Untuk jenis Premium kita di jalur angkutan umum tetap kita sediakan, dan untuk Jambi saya kira alokasi Premium cukup banyak dan masih tetap menyediakan dalam jumlah yang cukup," kata Erwin Hiswanto.

Saat ini, tambahnya, akan lebih mendominasi bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang beredar di pasaran, seperti jenis Pertalite dan Pertamax karena kendaraan sekarang pun sudah dirancang untuk konsumsi BBM yang memiliki kualitas RON lebih tinggi.

"Bergeraknya sudah seperti itu sekarang masyarakat sudah memilih BBM yang jenis dan kualitasnya bagus, karena sekarang mobil-mobil sudah dirancang untuk konsumsi BBM yang bagus," katanya.

 (kpl/fdk)

BERI KOMENTAR