HOME » BERITA » PRODUKSI MASSAL BUS LISTRIK MOELDOKO TUNGGU PERPRES TURUN

Produksi Massal Bus Listrik Moeldoko Tunggu Perpres Turun

Kamis, 06 Desember 2018 21:45 Editor : Cornelius Candra
Kepala Staf Presiden RI, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

OTOSIA.COM - Perusahaan bus listrik milik Jendral TNI (Purn) Moeldoko, PT Mobil Anak Bangsa (MAB), telah membuktikan bahwa anak bangsa bisa membuat bus dengan tenaga listrik 100%. Moeldoko juga mengatakan, jika Peraturan Presiden tentang kendaraan listrik keluar, maka bus MAB akan jadi mobil nasional.

“Yang sudah dipesan beberapa unit. Rahasia bos (jumlah dan siapa pemesannya),” ucap Mantan Panglima TNI kepada wartawan Liputan6.com di gedung BPPT RI, Thamrin, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Moeldoko tak menampik, jika Perpres kendaraan listrik disetujui, maka hal itu akan membuat banyaknya pesanan.

Pembuktian bus MAB yang sempat dipajang Gaikindo Indonesia Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) beberapa lalu, ternyata digunakan untuk konvoi dari gedung BPPT Thamrin Jakarta, menuju Balai Besar Teknologi Konversi Energi, Serpong.

Dia juga mengatakan, bus listrik yang dikembangkan bagian bodinya bersama perusahaan Karoseri New Armada tersebut baru berstatus prototype kedua.

“Untuk prototype ketiga nanti akan kita luncurkan kembali dan setelah itu mass product (produksi massal). Semua itu sudah disiapkan. Dan mudah-mudahan setelah nanti turunnya Perpres semuanya akan berjalan baik,” terangnya.

Kepala Staff Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko dan bus listrik gagasannya di GIICOMVEC 2018 (Liputan6.com)

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Moeldoko menyatakan Peraturan Presiden terkait kendaraan listrik ditargetkan segera keluar pada awal 2019.

Hal inipun diungkapkan sang Moledoko saat turut meresmikan stasiun pengisian daya (charging station) untuk kendaraan listrik di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Republik Indonesia (BPPT RI).

Menurut Moeldoko tahapan Perpres soal kendaraan listrik sudah dilakukan mulai dari Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian dan akan diselaraskan di Kemaritiman.

"Targetnya awal 2019, makin cepat makin bagus. Karena sesungguhnya sudah menggeliat mobil listrik di Indonesia," ucap Moeldoko,

Moeldoko menyatakan, sejumlah instansi guna mendukung fasilitas kendaraan listrik sudah dilakukan, termasuk BPPT yang baru saja meresmikan dua stasiun pengisian listrik.

Nantinya, lanjut Moeldoko, fasilitas-fasilitas seperti stasiun pengisian daya listrik akan berdiri bertahap dan dimasifkan sesuai titik atau lokasi yang menjadi prioritas kendaraan listrik seperti statiun kereta, hingga pusat perbelanjaan.

Sumber: Liputan6.com

 (kpl/crn)

BERI KOMENTAR