HOME » BERITA » PRODUKSI MOBIL LISTRIK INDONESIA, JADI PELUANG PRODUSEN AFTERMARKET

Produksi Mobil Listrik Indonesia, Jadi Peluang Produsen Aftermarket

Penetrasi bisnis yang terkait mobil listrik di Indonesia pun melebar dengan datangnya produsen-produsen aftermarket

Senin, 23 September 2019 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Produksi Mobil Listrik Indonesia, Jadi Peluang Produsen Aftermarket
Mobil listrik Nissan Leaf (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Wacana mobil listrik di Indonesia makin memanas setelah pemerintah siap memberikan keringanan pajak. Bisnisnya pun diprediksi akan ramai karena para agen pemegang merek sudah sejak lama dan makin unjuk gigi dengan pilihan-pilihan mobil listrik.

Penetrasi bisnis pun akan melebar dengan datangnya produsen-produsen aftermarket, termasuk Hella. Mereka sendiri mengaku sudah berpengalaman dengan kebutuhan produksi mobil listrik.

Sekalipun demikian, Hella menyebut bahwa bagaimanapun setiap negara perlu pembelajaran terlebih dahulu dalam hal mobil listrik dan dukungan aftermarket-nya.

"Seberapa besar potensinya, jadi mungkin adalah hal yang perlu dipelajari lebih lanjut tidak setiap negara bisa langsung, perlu pembelajaran lebih lanjut," ujar Albert Susanto, Head of Special OE, Hella Asia Singapura saat ditemui di boothnya pada Mining Indonesia di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (18/9) lalu.

Soal apakah Hella kemudian akan bangun pabrik andaikata produsen mobil listrik juga sudah memproduksi kendaraan listrik di Indonesia, jawaban yang sama pun diutarakan.

"Mungkin kita lihat 10 tahun ke depan. Tergantung ya situasinya bagaimana. (Penetrasi Hella secara volume) sejauh ini baru Asia Utara," ujarnya.

Namun, Hella membocorkan sasaran yang lebih cocok. Terlepas dari wacana akan bertumbuhnya produsen yang memproduksi kendaraan listrik di Tanah Air, Hella juga menyebut produsen karoseri, baik kendaraan listrik penumpang pribadi maupun umum.

"Kalau Indonesia sudah ada produsen atau karoseri membangun mobil listrik, kami siap," tambahnya.

1 dari 2 Halaman

Lampu Hella

Produksi Mobil Listrik Indonesia, Jadi Peluang Produsen AftermarketLampu Hella

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Hella memperkenalkan sejumlah lampu peringatan LED untuk kendaraan komersial atau pertambangan, seperti RokLUME S700 RED, LED Projection Module, RokLUME 380 dan RokLUME 280, serta Modular Shapeline

Lampu LED RokLUME S700 RED dilengkapi dengan teknologi proyeksi Visiotech yang memfasilitasi komunikasi dengan menggunakan cahaya. Lampu ini memproyeksikan tanda merah yang lebar di atas permukaan tanah untuk menandai bahaya dan zona bahaya secara visual.

Selain itu, dengan output cahaya yang intensitasnya kuat, lampu peringatan ini dapat digunakan pada kendaraan-kendaraan pertambangan dengan posisi pemasangan di bagian atas.

2 dari 2 Halaman

Tahan Kondisi Cuaca Apapun

Produksi Mobil Listrik Indonesia, Jadi Peluang Produsen AftermarketTahan Kondisi Cuaca Apapun

Lalu LED Projection Module dirancang untuk memberi petunjuk adanya bahaya apapun atau memberi garis batas untuk daerah kerja tertentu secara visual.

Sedangkan RokLUME 380 dan RokLUME 280 hadir dengan dua temperatur warna, sehingga tahan terhadap kondisi cuaca yang berubah-ubah, yaitu 5.000 Kelvin untuk meningkatkan rendering warna pada kondisi normal, dan 1.800 Kelvin untuk menghasilkan pantulan cahaya minimal dalam kondisi berkabut, bersalju, dan berdebu. Dengan begitu penglihatan menjadi lebih nyaman.

Sementara Hella Shapeline modular menyediakan beragam pilihan fungsi pencahayaan yang dapat didesain agar setiap kendaraan pertambangan bisa memiliki tampilan berbeda dengan yang lain.

?Dengan konfigurator online Shapeline yang kami miilik, desain lampu yang sama sekali unik untuk setiap kendaraan dapat dibuat dan langsung diterapkan pada kendaraan yang bersangkutan,? tutup Albert.

BERI KOMENTAR