HOME » BERITA » PUNYA BAJU BALAP, BEGINI CARA RAWATNYA ALA RIDER ASTRA HONDA

Punya Baju Balap, Begini Cara Rawatnya Ala Rider Astra Honda

Para pembalap AHRT memiliki cara merawat baju balap yang mungkin bisa ditiru Otolovers.

Selasa, 30 Juni 2020 19:15 Editor : Cornelius Candra
Punya Baju Balap, Begini Cara Rawatnya Ala Rider Astra Honda
Wearpack tim AHRT (Istimewa)

OTOSIA.COM - Berbagai event balap, baik lokal maupun internasional, terpaksa ditunda lantaran pandemi COVID-19. Meski demikian, para pembalap Indonesia yang tergabung dalam Astra Honda Racing Team (AHRT) tetap mempersiapkan diri.

Mereka masih menjalani serangkaian latihan untuk menjaga kebugaran fisik dan mental, serta perlengkapan pendukungnya, termasuk wearpack (baju balap). Pasalnya, baju ini juga akan melindungi mereka saat nantinya kembali ke sirkuit.

Wearpack tetap perlu dirawat meski telah berbulan-bulan menggantung. Lantaran lama tak terpakai, para pembalap AHRT memiliki trik dan cara khusus agar pelindung badan tersebut tetap nyaman dan siap pakai, serta bersih.

Herjun Atna Firdaus, pembalap 15 tahun asal Pati, Jawa Tengah, memiliki 3 jurus untuk merawat baju balapnya. Selain menjemur setelah dipakai, ia menyimpannya di tempat khusus agar tidak berjamur. Trik lainnya ialah menyemprotkan pewangi supaya tetap harum.

1 dari 1 Halaman

 

Pembalap AHRT lainnya yang turun di ajang Asia Road Racing Championship ARRC kelas AP250, Lucky Hendrianya memiliki cara yang lebih kompleks. Pemuda asal Sidrap, Sulawesi Selatan itu rajin membersihkan wearpack menggunakan lap basah setelah dipakai.

?Tapi sebelumnya, saya selalu menyemprot angin (bertekanan tinggi/ menggunakan kompresor) pada bagian dalamnya. Setelah itu, bahan kulitnya dibersihkan pakai leather lotion care. Kalau jeda lama seperti sekarang, saya simpan di ruangan yang tak terkena matahari langsung dan tak lembab,? jelas Lucky.

Cara serupa juga titerapkan oleh Rheza Danica Ahrens, pembalap yang turun di kelas SS600 pada ajang ARRC. Ia mengeringkan semua bagian yang basah dengan dijemur dan menyemprotnya dengan angin bertekanan tinggi. Selain itu, bagian luar dilap menggunakan bahan khusus agar debu dan jamu tidak menempel.

?Setelah semua proses itu, kalau tidak dipakai lama seperti saat ini, saya selalu memberinya pelembab agar bagian kulit tetap lentur saat akan dipakai. Nah, bagian dalamnya setelah kering disemprot dengan pewangi dan anti bakteri,? ujar Rheza.

BERI KOMENTAR