HOME » BERITA » PUNYA KENDARAAN LEBIH DARI SATU? BEGINI CARA HITUNG PAJAK PROGRESIFNYA

Punya Kendaraan Lebih dari Satu? Begini Cara Hitung Pajak Progresifnya

Kendaraan kedua dan seterusnya dibebani pajak progresif. Agar tahu berapa besaran pajak progresif kendaraanmu, coba hitung menggunakan rumus berikut ya.

Senin, 27 Juli 2020 21:15 Editor : Dini Arining Tyas
Punya Kendaraan Lebih dari Satu? Begini Cara Hitung Pajak Progresifnya
Ilustrasi membayar pajak (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Memiliki kendaraan lebih dari satu, artinya sudah siap untuk membayar pajak progresif. Nah, pajak progresif ini berlaku untuk kepemilikan dengan alamat yang sama.

Misalkan kendaraan kedua dimiliki dengan atas nama yang berbeda dengan kendaraan pertama tapi alamat masih dalam satu KK, maka tetap dikenakan pajak progresif.

Agar tahu berapa besaran pajak progresif, bisa dihitung menggunakan rumus. Tapi sebelumnya, Otolovers perlu tahu berapa biaya NJKB dan SWDKLLJ alias Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan.

1 dari 2 Halaman

SWDKLLJ itu bisa dilihat di STNK. Sedangkan NJKB bisa diketahui melalui PKB yang juga tertera di STNK.

Caranya, nilai PKB dibagi dua lalu hasilnya dikalikan 100 (PKB:2x100). Nah jika sudah menemukan nilai NJKB, maka sudah bisa menghitung besaran tarif pajak progresif.

Rumusnya, prosentase pajak progresif dikali NJKB lalu hasilnya ditambah SWDKLLJ (prosentase x NJKB + SWDKLLJ). Nilai prosentase tersebut akan berbeda-beda pada setiap kepemilikan kendaraan dan daerah.

2 dari 2 Halaman

Ambil contoh di DKI Jakarta. Prosentase kepemilikan kendaraan pertama yakni 2 persen, kedua yakni 2,5 persen, ketiga 3 persen, keempat 3,5 persen, dan kelima 4 persen.

Maka penghitungannya pun bisa disesuaikan dengan prosentase tersebut. Besaran pajak progresif tersebut memang terasa berat, apalagi jika jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki banyak.

Maka itu, bayarlah pajak tepat waktu ya Otolovers. Sehingga, besaran pajak progresif yang lumayan mahal itu tak lebih berat ditambah dengan denda keterlambatan.

BERI KOMENTAR