HOME » BERITA » PURA-PURA JADI PENYEWA, PELAKU GADAIKAN 11 MOBIL SEWAAN

Pura-Pura jadi Penyewa, Pelaku Gadaikan 11 Mobil Sewaan

Polisi meringkus pelaku penggelapan mobil dengan modus menjadi peyewa mobil dari perseorangan.

Kamis, 01 Oktober 2020 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pura-Pura jadi Penyewa, Pelaku Gadaikan 11 Mobil Sewaan
Mobil sewaan (Istimewa)

OTOSIA.COM - Pelaku penggelapan mobil sewaan diringkus jajaran Polres Madiun, Jawa Timur. Pelaku, AS alias Ino melancarkan aksinya dengan pura-pura menjadi penyewa mobil.

"Modusnya, tersangka menyewa kendaraan dari perseorangan, kemudian digadaikan sebagai kendaraan milik pribadi," terang Kapolres Madiun AKBP Bagoes Wibisono, Selasa (30/9/2020) seperti dilansir dari Antara.

Aksi tersangka terbongkar setelah polisi menerima laporan dari seorang korban. Pada 24 September lalu, korban bernama Krisna, warga Desa Kaibon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun melaporkan kasus yang menimpanya kepada kepolisian setempat.

1 dari 3 Halaman

Korban mengaku kehilangan satu mobil Toyota Avanza warna hitam bernomor polisi AE-1462-FL. Mobil tersebut disewa tersangka sejak 7 September dan hingga korban melapor belum juga dikembalikan.

Mendapati laporan tersebut, polisi langsung melakukan pengejaran. Sehari sesudah menerima laporan, polisi berhasil menangkap Ino serta mendapati barang bukti mobil milik korban digadaikan di wilayah Bojonegoro.

Dari hasil pengembangan pemeriksaan, diketahui tersangka telah melakukan tindak pidana serupa sebanyak 11 kali. Selain membawa kabur mobil, ia juga menggelapkan motor.

"Dari hasil keterangan pihak Satreskrim Polres Madiun, saat ini polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak tujuh unit mobil dan satu unit sepeda motor hasil kejahatan tersangka," terang Kapolres Madiun.

2 dari 3 Halaman

Aksi penggelapan telah dilakukan tersangka sejak enam bulan terakhir. Mobil-mobil yang ia bawa kabur kemudian digadaikan dengan harga bervariasi mulai dari Rp20 juta hingga Rp30 juta per unit.

"Tergantung dari kemampuan penerima gadainya. Uang hasil gadai itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup tersangka. Seperti membayar kontrakan rumah, makan, dan lainnya," lanjut Bagoes.

Tersangka tidak hanya menyasar korban di Kabupaten Madiun, tetapi juga di sejumlah daerah lain di kawasan eks-karesidenan Madiun.

3 dari 3 Halaman

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 378 KUH Pidana dan/atau pasal 372 KUH Pidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama empat tahun.

Selanjutnya, Polres Madiun meminta masyarakat yang merasa kendaraannya "dilarikan" oleh tersangka untuk menghubungi Satreskrim Polres Madiun dengan membawa bukti kepemilikan kendaraan.

"Polisi juga meminta para pengusaha rental kendaraan di wilayah Kabupaten Madiun dan sekitarnya untuk lebih berhati-hati dan waspada dengan pelaku-pelaku yang menggunakan modus operandi sewa gadai mobil rental seperti yang dilakukan oleh tersangka," pungkas Bagoes.

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR