HOME » BERITA » PURA-PURA TELEPON KOMANDAN, POLISI GADUNGAN PENGENDARA DAIHATSU XENIA INI JUGA TUNJUKKAN KTA

Pura-Pura Telepon Komandan, Polisi Gadungan Pengendara Daihatsu Xenia Ini Juga Tunjukkan KTA

Pengemudi Daihatsu Xenia yang menggunakan pelat nomor palsu mengaku sebagai polisi. Dia juga menunjukkan KTA polri yang dia beli seharga Rp 2 juta.

Jum'at, 18 Juni 2021 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Pura-Pura Telepon Komandan, Polisi Gadungan Pengendara Daihatsu Xenia Ini Juga Tunjukkan KTA
Polisi gadungan (Instagram/cetul.22 via Merdeka.com)

OTOSIA.COM - Polisi mengamankan seorang pria berinisial AHH di Tol Kuningan Arah Semanggi. Dia mengaku sebagai polisi yang berdinas di Mabes Polri bagian Paminal.

Hal ini bermula saat polisi memeriksa AHH yang sedang mengendarai mobil Daihatsu Xenia. Diketahui bahwa mobil tersebut menggunakan pelat nomor palsu B 2355 TKI.

Saat diperiksa, AHH berlagak menelepon komandan. Kemudian dia juga sempat menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Polri.

1 dari 3 Halaman

Polisi gadungan (Instagram/cetul.22 via Merdeka.com)

"Karena dicurigai menggunakan plat nopol palsu di berhentikan. Namun pada saat ingin diberhentikan si pengemudi mengeluarkan identitas Polri dan mengaku sebagai Anggota Polri yang berdinas di Mabes Polri Bagian Paminal," begitu tertulis pada unggahan Instagram @cetul.22, dikutip dari Merdeka.com.

"Karena ada kejanggalan saat kita periksa untuk memastikan kebenaran maka kita arahkan ke Polda Metro untuk penyelidikan. Pada saat akan memasuki Polda ybs mengambil kunci dan ingin melarikan diri. Lanjut kita minta bantuan anggota yang piket di depan Mako untuk mengamankan. Lanjut pengemudi diamankan di Piket Jatanras Unit 1 beserta kendaraannya," begitu keterangan selanjutnya.

2 dari 3 Halaman

Beli KTA

Polisi gadungan (Instagram/cetul.22 via Merdeka.com)

Setelah diperiksa diketahui bahwa AHH ternyata adalah karyawan swasta. KTA yang dia miliki itu dia dapatkan dari membeli kepada seseorang seharga Rp 2 juta.

"Hasil pendalaman awal memang AHH ini adalah pekerjaan swasta bukan sebagai anggota Polri. KTA pun pengakuannya dan id card yang ada sama dia ini pun dia beli dari seseorang dengan harga Rp2 juta," kata Yusri kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

 

3 dari 3 Halaman

Polisi terus mendalami kasus tersebut. AHH terancam dijerat Pasal 263 KUHP.

"Sekarang ini AHH masih kita dalami lagi. Ada persangkaan di Pasal 263 KUHP. Kedua juga kendaraannya masih kita dalami benar atau tidak, karena dia gunakan B 2355 TKI ini adalah nomor palsu," ujarnya.

"Jadi kendaraannya masih coba didalami oleh teman-teman dari Ditlantas Polda Metro Jaya, tetapi AHH sekarang ini ditangani oleh Resmob Polda Metro Jaya, masih dalam pemeriksaan. Nanti bagaimana kelanjutannya akan kita sampaikan," tutupnya.

Penulis: Tantiya Nimas Nuraini

Sumber: merdeka.com

BERI KOMENTAR