HOME » BERITA » RAMAI ADANYA MAKAM KERAMAT DI SIRKUIT MANDALIKA, WAGUB NTB: AKAN DIPASTIKAN

Ramai Adanya Makam Keramat di Sirkuit Mandalika, Wagub NTB: Akan Dipastikan

Sirkuit Mandalika masih dalam tahap pembangunan. Baru-baru ini adanya makam keramat di lokasi Sirkuit Mandalika pun menjadi sorotan.

Kamis, 15 April 2021 20:45 Editor : Dini Arining Tyas
Ramai Adanya Makam Keramat di Sirkuit Mandalika, Wagub NTB: Akan Dipastikan
Pembangunan Sirkuit Mandalika (MGPA)

OTOSIA.COM - Pembangunan Sirkuit Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat masih terus berlanjut. Meskipun gelaran MotoGP Indonesia ditunda pada tahun 2022, Sirkuit ini akan dipakai untuk menggelar WorldSBK yang dijadwalkan pada November 2021 mendatang.

Belum lama ini, FIM dan Dorna Sport juga mendatangai Sirkuit Mandalika untuk melakukan peninjauan pembangunan street circuit ini. FIM dan Dorna Sport pun cukup terkesan dengan kemajuan pembangunan Sirkuit Mandalika.

Tapi berhembus kabar tentang adanya makam keramat yang ada di lokasi Sirkuit Mandalika. Dilansir dari Antara, terkait adanya makam keramat di lokasi Sirkuit MotoGP Mandalika Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Sitti Rohmi Djalilah akan memastikan dengan perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat di lingkar KEK Mandalika. Menurutnya, tujuan digelarnya MotoGP Mandalika adalah ntuk memberikan kemaslahatan pada warga di wilayah Mandalika.

"Enggak mungkin lah kita bangun sirkuit, tapi enggak membuat warga di sana sejahtera. Intinya, kita enggak mengancam masyarakat, tapi kita berkomitmen yang harus diuntungkan adalah warga sekitar, termasuk kita cari solusi agar makam itu bisa juga dipindah ke tempat yang layak kedepannya," jelasnya.

1 dari 2 Halaman

ITDC Sudah Relokasi 191 Makam

(c) ITDC

Sebelumnya, PT pengembang Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development (ITDC) yang merupakan BUMN pengembang dan pengelola kawasan pariwisata The Nusa Dua, Bali dan The Mandalika, Lombok, NTB, melakukan relokasi area kuburan atau makam umum 'Emontong' seluas kurang lebih 20 are. Makam umum tersebut berlokasi di Dusun Ujung dan dipindahkan ke lahan makam baru seluas 50 are di Dusun Ujung Daye.

Total ada 191 makam yang direlokasi. Kegiatan relokasi itu merupakan bagian dari program pembebeasan lahan enclave di The Mandalika guan memperlancar pembangunan infrastruktur kawasan, khsusunya area fasilitas pendukung Jalan Kawasan Khusus (JKK).

Proses relokasi makam tersebut dilakukan ITDC bersama dengan warga pada Jumat (16/3/2021) lalu. Prosesi relokasi pada Jumat lalu dihadiri oleh Camat Pujut Lalu Sungkul, Ketua MUI Lombok Tengah Drs H L Mingre Hamy, serta disaksikan oleh ahli waris pemilik makam, Kepala Dusun Ujung Daye, Kepala Dusun Ujung Lauk, Kepala Dusun Ebunut, Kepala Dusun Rangkep II, beserta Tokoh Agama dan Tokoh Adaat lainnya.

2 dari 2 Halaman

"Dalam proses pembebasan lahan makam ini, kami lakukan dengna mengedepankan pendekatan humanis sehingga masyarakat dengna sadar bersedia menerima tawaran relokasi makam tersebut. Dukungan warga ini sangat besar artinya dalam mendukung percepatan pembangunan kawasan The Mandalika khususnya area JKK. Kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesediaan dan kerelaan warga dusun yang anggota kelaurganya dimakamkan pada Makam Emontong, yang telah berbesar hati menerima proses relokasi ini," uajr Managing Director The Mandalika, Bram Subiandoro melalui pernyataan resminya.

Sebelum relokasi ini dilakukan, ITDC telah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada ahli waris makam sejak bulan Januari lalu. Melalui kegiatan sosialisasi yang melibatkan Kepala Desa terkait, Tokoh Agama, Camat Pujut dan Ketua MUI Lombok Tengah ini telah dilakukan pengambilan keputusan atas relokasi makam tersebut dimana disepakati makam akan direlokasi ke lokasi pemakaman yang baru yaitu di HPL 95, Dusun Ujung Daye. 

Seluruh proses pemindahan makam juga dilakukan dengan mengikuti tata cara yang telah disepakati oleh ahli waris. Kegiatan relokasi ini sendiri akan berlangsung hingga batas waktu yang menjadi target pemindahan lahan yaitu tanggal 10 April 2021.

BERI KOMENTAR