HOME » BERITA » RAMAI BOM MOBIL, MUNGKIN INDONESIA HARUS PASANG ALAT INI

Ramai Bom Mobil, Mungkin Indonesia Harus Pasang Alat Ini

Selasa, 15 Mei 2018 14:45

Ramai Bom Mobil, Mungkin Indonesia Harus Pasang Alat Ini
Ilustrasi: Bom mobil/ RiyadhVision
Editor : Cornelius Candra | Reporter : Dimas Wahyu

Otosia.com - Bom teroris terjadi bertubi-tubi di Jawa Timur. Serangan datang menggunakan kendaraan yang tidak terdeteksi sehingga timbul korban jiwa.

Menurut catatan, para pelaku menggunakan sejumlah jenis kendaraan untuk mengangkut bom berdaya ledak tinggi. Bukan cuma di Indonesia, ledakan akibat bom mobil pun terjadi di banyak negara.

Karena itu pula, sejumlah teknologi dibuat dan diterapkan. Salah satu yang dijual bebas adalah pemindai kolong mobil buatan SecuScan.

Mereka memiliki paket yang dinamai The Under Vehicle Monitoring System SecuScan. Fungsinya adalah memotret jelas bagian bawah mobil melalui perangkat yang tertanam di jalan.

Paket sistem itu merupakan gabungan kerja scanning unit, workstation, traffic lights, dan light barrier.

Detektor bom mobil/ Dailymail.com

"SecuScan ini menggunakan alas karet keras dan ram aluminium ataupun juga material keras yang terdiri dari sederet kamera, cermin, dan LED infra merah," ujar pihak SecuScan.

Bagian kolong mobil yang kerap menjadi tempat penyimpanan bom bisa terpotret jelas saat melewati perangkat memanjang Under Vehicle Monitoring System SecuScan.

Di lalu lintas yang padat seperti di kota-kota besar di Indonesia, bisa dibayangkan bahwa alat pemantau bom ini bisa dipasang di tiap akses jalan untuk memfilter keluar masuknya teroris pembawa kendaraan bermuatan bom.

Lalu bagaimana jika bom ditempatkan di kabin mobil? Pengawasan untuk bagian ini pernah dilakukan oleh Departemen Kepolisian New York (NYPD). Alat tersebut seperti scan pada bandara, tetapi dipasang di mobil mikrobus yang dijuluki Z-backscatter.

Pada prinsipnya, mikrobus tersebut akan keliling ke wilayah-wilayah dan titik yang dicurigai untuk melakukan pemindaian. Namun sejauh ini, kendaraan tersebut masih dianggap punya radiasi tinggi.

 (kpl/why/crn)






Daftarkan email Anda untuk berlangganan berita terbaru Kami

APA PENDAPAT ANDA ?

2018-5-15
detail

BERITA POPULER