HOME » BERITA » RAMAI SOAL TILANG, INI DAMPAK FATAL MEMAKAI SANDAL SAAT NAIK MOTOR

Ramai Soal Tilang, Ini Dampak Fatal Memakai Sandal Saat Naik Motor

Memakai sandal jepit saat naik motor sangat tidak dianjurkan karena menyebabkan fatalitas saat kecelakaan. Pasalnya fungsi sandal yang utama hanya sebatas pada perlindungan alas kaki.

Sabtu, 18 Juni 2022 08:00 Editor : Nazarudin Ray
Ramai Soal Tilang, Ini Dampak Fatal Memakai Sandal Saat Naik Motor
Pemotor memakai helm tapi lupa melindungi kaki (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Saat Operasi Patuh Jaya mulai digelar 13 Juni 2022 kemarin, Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi meminta masyarakat untuk tidak memakai sandal jepit saat mengendarai motor. Para pemotor dihimbau untuk mengenakan sepatu guna mengurangi tingkat fatalitas akibat kecelakaan.

"Mohon maaf saya bukan me-stressing pakai sandal jepitnya, tidak ada perlindungan pakai sandal jepit itu. Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan. Makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas," ujar Firman Shantyabudi di Polda Metro Jaya, Jakarta seperti dikutip dari ntmcpolri.info, Senin (13/6/2022).

1 dari 5 Halaman

Setelah pernyataan Kakorlantas Polri ramai diberitakan media, sandal menjadi topik utama pembahasan dari para pengendara motor. Banyak yang bertanya, mendebat, ataupun tidak setuju jika melihat reaksi dari komentar masyarakat.

Menilik sejarahnya, sandal sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu saat peradaban mesir kuno. Sandal tertua yang ditemukan dibuat dari serat tanaman bernama papyrus. Sandal dari jaman mesir kuno digunakan untuk melindungi telapak kaki dari batu kecil dan kasar, karena pada saat itu perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki.

2 dari 5 Halaman

Terkait dampak pemakaian sandal saat bermotor, Oke Desiyanto selaku Senior Instruktur Astra Motor Jateng menyatakan sebenarnya fungsi sandal yang utama hanya sebatas pada perlindungan alas kaki kita.

Berbeda dengan sepatu yang dapat melindungi kaki lebih maksimal karena mampu menutupi semua bagian, mulai dari jari jemari, punggung kaki hingga bagian tumit yang difungsikan untuk melindungi kaki dari kotoran berupa debu, kerikil, atau bahkan lumpur dan benda keras lainnya.

Pemotor wanita berboncengan tanpa helm dan hanya menggunakan sandal (Otosia.com/Nazar Ray)

3 dari 5 Halaman

Menurut Oke, cedera kaki dapat terjadi biasa ditemukan pada permukaan kulit kaki, jemari lecet bahkan melepuh, kram kaki karena udara dingin yang terus mengalir, kuku terkelupas, terkilir, hingga bisa juga terjadi tulang kaki patah atau retak.

"Tentunya cedera kaki ini akan sangat mengganggu tubuh kita dalam hal berjalan, menghasilkan keseimbangan, kesulitan melakukan aktifitas tertentu bahkan menghalangi produktifitas kita," terang Oke.

Jika pengguna mobil dapat terlindung dari benturan langsung karena dilindungi oleh badan mobil (cangkang), pengendara motor hanya mengandalkan perlengkapan berkendaranya untuk melindungi badan dari benturan langsung, dengan melihat fungsi sandal yang melindungi alas kaki saja, tentunya sandal tidak termasuk perlengkapan berkendara yang aman.

4 dari 5 Halaman

"Dalam berkendara dianjurkan menggunakan perlengkapan berkendara yang sesuai dan optimal melindungi diri dari cedera. Utamakan mencari aman demi mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera pada tubuh. Gunakan perlengkapan berkendara yang lengkap untuk perlindungan tubuh lebih optimal," imbuhnya.

Menggunakan sepatu akan jauh lebih baik dalam hal perlindungan kaki saat berkendara, itupun disarankan agar memilih sepatu tanpa temali agar meminimalkan kejadian tersangkut atau sepatu lepas sehingga potensi bahaya yang lain tidak terjadi.

 

5 dari 5 Halaman

"Jadikan budaya mengutamakan keselamatan berkendara menjadi gaya hidup sehari-hari yang akan membuat lebih nyaman karena telah menjadi kebiasaan," tutup Oke.

BERI KOMENTAR