HOME » BERITA » RAMPAS MOBIL MILIK IBU HAMIL, DEBT COLLECTOR DI MATARAM DITANGKAP POLISI

Rampas Mobil Milik Ibu Hamil, Debt Collector di Mataram Ditangkap Polisi

Dua debt collector ditangkap polisi usai merampas mobil ibu hamil

Kamis, 22 Oktober 2020 16:45 Editor : Ahmad Muzaki
Rampas Mobil Milik Ibu Hamil, Debt Collector di Mataram Ditangkap Polisi
ilustrasi pencurian mobil. ©2012 Merdeka.com/sapto anggoro

OTOSIA.COM - Perampasan kendaraan saat di jalan raya kerap dilakukan oleh penagih hutang atau debt collector. Aksi tersebut juga dilakukan oleh dua debt collector ini.

Usai merampas mobil milik seorang ibu hamil, kedua debt collector harus berurusan dengan pihak berwajib. Keduanya ditangkap oleh tim Puma Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Jadi mereka berdua ditangkap karena serah terima mobil oleh korban tidak dijalankan sesuai dengan prosedur," kata Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram, Kamis (22/10). Dikutip dari Antara.

Prosedur tersebut dilihat dari keputusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 18/PUU-XVII/2019, yang menyebutkan perusahaan pembiayaan atau leasing tidak bisa sembarangan melakukan penyitaan secara sepihak.

"Selain itu, penyitaan harus seizin pemilik atau berdasarkan keputusan pengadilan yang sah," ujarnya.

1 dari 2 Halaman

Dengan dasar tersebut, kedua pelaku ditangkap setelah polisi menerima laporan korban yang mengaku mobilnya diambil paksa ketika melintas di Jalan Bung Karno, Kota Mataram.

Saat itu korban mengaku baru selesai melakukan pembayaran cicilan mobil ke salah satu perusahaan keuangan. Kemudian kedua pelaku mendatangi korban dengan melakukan pengadangan di jalan.

"Kedua pelaku mengaku hanya diperintahkan oleh perusahaan keuangan. Alasannya adalah korban masih ada tunggakan setoran kredit. Korban tidak bisa membayar dan akhirnya mobil dibawa kedua pelaku," ucap dia.

2 dari 2 Halaman

Kedua pelaku yang kini telah diamankan kepolisian di Mapolresta Mataram berinisial NV (36) warga Ampenan Utara, Kota Mataram, dan LE (31) warga Praya, Kabupaten Lombok Tengah.

"Satu pelaku sudah 10 tahun dan satunya lagi baru satu tahun menjadi penagih utang," terangnya.

Atas aksi perampasan itu, kedua tersangka terancam Pasal 368 Ayat 1 Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP atau Pasal 335 Ayat 1 tentang Pemerasan dan ancaman dengan hukuman paling lama 9 tahun penjara.

Penulis: Ya'cob Billiocta

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR