HOME » BERITA » RASIO KEPEMILIKAN MOBIL DI INDONESIA MASIH RENDAH, POTENSI INDUSTRI OTOMOTIF TERBUKA LEBAR

Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia Masih Rendah, Potensi Industri Otomotif Terbuka Lebar

Peluang pasar mobil di Indonesia masih terbuka lebar, ini buktinya

Jum'at, 11 Juni 2021 12:15 Editor : Ahmad Muzaki
Rasio Kepemilikan Mobil di Indonesia Masih Rendah, Potensi Industri Otomotif Terbuka Lebar
Mobil siap ekspor (Liputan6.com/Johan Tallo)

OTOSIA.COM - Industri otomotif di Indonesia dinilai masih memiliki potensi untuk tumbuh. Hal ini diungkap langsung oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang menyatakan bahwa rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sangat rendah.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana mencatat, saat ini, rasio kepemilikan mobil di Indonesia hanya mencapai 99 unit per 1.000 orang. Rasio tersebut jauh lebih rendah ketimbang sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

"Karena kalau kita bandingkan dengan Thailand itu 275 kendaraan per 1.000 orang" ucapnya dalam webinar bertajuk Sektor Otomotif Nasional: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang, Kamis (10/6/2021).

1 dari 2 Halaman

Sementara itu, Malaysia berhasil membukukan kendaraan rasio kepemilikan mobil yang lebih tinggi ketimbang Indonesia maupun Thailand. Yakni mencapai 400 unit kendaraan per 1.000 orang.

"Padahal Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan kelas menengah akan mencapai 143 juta orang. Atau sekitar 50 persen dari jumlah penduduk Indonesia," terangnya.

2 dari 2 Halaman

Oleh karena itu, ia meminta pelaku industri otomotif untuk serius menggarap pasar domestik. Terlebih lagi masih terbukanya peluang pasar terkait rendahnya rasio kepemilikan mobil.

"Jadi, kita lihat peluang potensial untuk meningkatkan sektor otomotif di Indonesia cukup besar," tekannya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com, Liputan6.com

BERI KOMENTAR