HOME » BERITA » RATUSAN OJEK ONLINE MASIH NEKAT LANGGAR ATURAN PSBB DI DKI JAKARTA

Ratusan Ojek Online Masih Nekat Langgar Aturan PSBB di DKI Jakarta

Driver ojek online masih nekat angkut penumpang selama PSBB di Jakarta

Selasa, 21 April 2020 20:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ratusan Ojek Online Masih Nekat Langgar Aturan PSBB di DKI Jakarta
Ojek Online di Harmoni. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

OTOSIA.COM - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) buat para driver ojek online dilarang angkut penumpang. Namun, mereka pun ternyata masih nekat langgar aturan ini. Sepekan terakhir tercatat ada 239 pelanggar.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menghimpun data dari 13 April 2020 sampai 19 April 2020.

Melansir Merdeka.com, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya masih menemukan pengemudi ojol yang mengangkut penumpang sejak Kamis (16/4) yakni sebanyak 69 pelanggar.

Jumlahnya mengalami kenaikan pada hari berikutnya yaitu Jumat (17/4) menjadi 71 pelanggar. Demikian juga pada Sabtu (18/4), angka meningkat menjadi 85 pelanggar. Sedangkan, pada Minggu (18/4) menurun menjadi 14 pelanggar.

1 dari 2 Halaman

Selain itu, masih ditemukan pula pengendara sepeda motor maupun mobil yang tidak menggunakan masker sebanyak 11.240 pelanggar. Kemudian, pengendara yang tidak mengenakan sarung tangan sebanyak 1774 pelanggar.

Sedangkan, pengemudi yang berkendara saat suhu tubuh kurang baik sebanyak 120 pelanggar. Berikutnya, pengendara yang mengangkut penumpang tidak satu alamat KTP ada 1.430 pelanggar.

Sementara itu, kendaraan yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas, tercatat sebanyak 3.357 pelanggar. Sedangkan, pengemudi yang melebihi jam operasional sebanyak 87 pelanggar.

Terakhir, pengemudi yang tidak menerapkan aturan jaga jarak sebanyak 727 pelanggar.

2 dari 2 Halaman

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyebut tingkat kesadaran masyarakat untuk menaati aturan PSBB telah meningkat.

Menurutnya, masyarakat kini lebih memahami terkait aturan yang diberlakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di Jakarta.

"Kita lihat di jalanan itu mereka rata-rata sudah mengerti. Walaupun masih kita didapati pelanggaran-pelanggaran seperti tidak pakai masker, dan sebagainya," tutupnya.

BERI KOMENTAR