HOME » BERITA » RAYAKAN KELULUSAN DENGAN KONVOI MOTOR, PELAJAR SMK DI PROBOLINGGO BERTINDAK ANARKIS

Rayakan Kelulusan dengan Konvoi Motor, Pelajar SMK di Probolinggo Bertindak Anarkis

Beruntung aksi anarkis dari konvoi motor para pelajar SMK ini tak menimbulkan korban jiwa

Selasa, 08 Juni 2021 16:45 Editor : Ahmad Muzaki
Rayakan Kelulusan dengan Konvoi Motor, Pelajar SMK di Probolinggo Bertindak Anarkis
Ilustrasi konvoi kelulusan pelajar. ©2021 Merdeka.com/liputan6.com

OTOSIA.COM - Aksi anarkis yang dilakukan oleh pelajar terulang lagi. Kali ini dilakukan pelajar SMK di Kota Probolinggo saat perayaan kelulusan pada Senin (7/6/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

Para siswa SMK itu awalnya konvoi naik motor. Kemudian mereka berhenti di depan SMK Ahmad Yani di Jalan Mastrip dan melempari gedung sekolah dengan batu. Beruntung, insiden pelemparan batu yang mengenai ruang guru itu tak menimbulkan korban jiwa.

Mengutip dari akun Instagram @probolinggokita, puluhan siswa bermotor yang melakukan konvoi di Jalan Mastrip itu mengenakan baju yang dicoret-coret. Mereka berhenti sekitar lima menit di depan kampus 2 SMK Ahmad Yani untuk menunjukkan aksinya. Selanjutnya, beberapa pelajar turun dari motor dan melemparkan batu-batu di pinggir jalan ke gedung sekolah.

1 dari 3 Halaman

Ada Ujian

Saat insiden berlangsung, pelajar kelas X dan XI SMK Ahmad Yani sedang menjalani Ujian Akhir Sekolah (UAS). Sementara para pelajar yang melakukan konvoi merupakan pelajar kelas XII yang telah dinyatakan lulus.

Satpam sekolah, Yani mengungkapkan, pihaknya terkejut saat para pelajar konvoi berhenti di depan sekolah dan melempar batu. Bersamaan dengan itu, terdengar suara kaca pecah. Beberapa orang di sekolah pun berupaya menyelamatkan diri.

"Ada banyak pelajar, tapi tidak tahu pelajar dari mana dan persoalannya apa," jelas Yani.

Setelah insiden pelemparan batu oleh para pelajar konvoi, Yani mendapati sejumlah batu di ruang guru SMK Ahmad Yani.

2 dari 3 Halaman

Lapor ke Kepolisian

Sementara itu, Kepala Bidang Kesiswaan SMK Ahmad Yani, Septa menuturkan, sebelum konvoi kelulusan pelajar yang berujung anarkis itu, ia sedang melakukan koordinasi dengan bidang kesiswaan SMKN 4.

Sepulangnya dari SMKN 4, Septa mendengar kabar bahwasanya 3 bagian kaca ruang guru SMK Ahmad Yani pecah karena insiden pelemparan batu.

Lebih lanjut, Septa mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Wonoasih.

Sementara itu, menurut kesaksian seorang pedagang kaki lima di Jalan Mastrip, Purnama, jumlah peserta konvoi tersebut hampir seratus orang.

3 dari 3 Halaman

Penulis: Rizka Nur Laily M

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR