Sukses

Intip Isi Garasi Bupati Banyumas Achmad Husein yang Viral Gara-gara Minta KPK Ingatkan Sebelum OTT

Otosia.com Bupati Banyumas Achmad Husein membuat heboh publik. Pasalnya pejabat 62 tahun itu menyampaikan pernyataan pada sebuah acara terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami para kepala daerah, kami semua takut dan tidak mau di-OTT. Maka kami mohon kepada KPK sebelum OTT, mohon kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil dahulu. Kalau ternyata dia itu berubah, ya sudah lepas begitu. Tapi kalau kemudian tidak berubah, baru ditangkap Pak," kata Husein dalam cuplikan video yang dikutip dari Merdeka.com.

Video Paling Viral saat Ini
 (kpl/ahm)

Klarifikasi

Terkait videonya yang viral itu, Husein pun meluruskan maksudnya tersebut. Menurutnya cuplikan video itu merupakan kegiatan diskusi dalam ranah tindak pencehagan, bukan penindakan.

"Cuplikan video yang viral di media sosial itu tidak lengkap, sehingga saya perlu lakukan klarifikasi," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (14/11).

"Yang namanya pencegahan kan ya dicegah bukan ditindak. Sebetulnya ada enam poin yang saya sampaikan, salah satunya tentang OTT. Dengan pertimbangan bahwa OTT itu menghapus dan menghilangkan kepada daerah," katanya menjelaskan yang dikutip dari Antara.

Next

Padahal menurutnya bisa jadi kepala daerah yang kena OTT punya potensi dan kemampuan untuk memajukan daerahnya. Ia mengatakan belum tentu dengan di-OTT, keadaan daerah tersebut akan menjadi lebih baik.

"Oleh karena itu, saya usul untuk ranah pencegahan apakah tidak lebih baik saat OTT pertama diingatkan saja dahulu dan disuruh mengembalikan kerugian negara. Kalau perlu lima kali lipat, sehingga bangkrut dan takut untuk berbuat lagi. Toh untuk OTT, sekarang KPK dengan alat yang canggih, (dalam) satu hari mau OTT lima bupati juga bisa. Baru kalau ternyata berbuat lagi ya di-OTT betulan, dihukum tiga kali lipat silakan atau hukum mati sekalian juga bisa," tuturnya.

Harta

Terlepas dari kontoversi ini, Husein sendiri merupakan pejabat dengan harta kekayaan fantastis. Berdasarkan laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN yang dirilis di laman KPK, ia memiliki total kekayaan hingga Rp5.993.648.015.

Hartanya didominasi kepemilikan tanah dan bangunan senilai Rp4.438.580.000. Kekayaannya ini hanya ada di daerah Banyumas.

Isi Garasi

Kemudian Husein juga memiliki 3 mobil, yakni Toyota sedan tahun 2011 senilai Rp90 juta, Honda Jazz tahun 2019 dengan nilai Rp240 juta, dan Mazda CX-5 tahun 2013 senilai Rp200 juta.

Ia juga memiliki satu unit motor matik Honda Scoopy tahun 2019 senilai Rp20 juta.

Selain itu, Husein juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp155.654.900, kas dan setara kas Rp953.477.115, serta hutang Rp104.064.000.

Loading